PALANGKARAYA – Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), Faridawaty Darland Atjeh, meminta pemerataan akses pendidikan dan kesehatan menjadi bagian penting dalam pembangunan daerah sepanjang 2026.
“pembangunan tidak cukup hanya diwujudkan melalui peningkatan infrastruktur, tetapi harus disertai penguatan kualitas sumber daya manusia di seluruh wilayah, termasuk kawasan pedalaman,” kata Faridawaty belum lama ini.
Faridawaty mengatakan, pembangunan pendidikan dan kesehatan perlu berjalan seiring dengan pembangunan fisik agar kemajuan Kalimantan Tengah tidak hanya terlihat dari sisi infrastruktur, tetapi juga tercermin dari meningkatnya kualitas kehidupan masyarakat.
Ia menilai pemerataan fasilitas pendidikan, ketersediaan tenaga pendidik, tenaga kesehatan, serta layanan dasar lainnya harus menjadi perhatian dalam pelaksanaan pembangunan.
Akses terhadap layanan tersebut perlu dipastikan dapat dinikmati masyarakat secara merata, termasuk mereka yang tinggal di wilayah pedalaman dan kawasan yang masih memiliki keterbatasan akses.
“Pembangunan harus seimbang antara fisik dan kualitas manusianya. Dengan masyarakat yang sehat dan terdidik, pembangunan akan memberikan manfaat jangka panjang bagi daerah,” tutur Faridawaty menambahkan.
Menurut Ketua DPW Partai NasDem Kalimantan Tengah itu, pembangunan sumber daya manusia merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari upaya mewujudkan pembangunan berkelanjutan.
Ketersediaan layanan pendidikan dan kesehatan yang memadai menjadi fondasi agar masyarakat memiliki kesempatan yang lebih baik untuk berkembang dan memperoleh manfaat pembangunan.
Dalam konteks pendidikan, pemerataan fasilitas dan tenaga pendidik menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan.
Masyarakat di wilayah yang memiliki keterbatasan akses tetap harus memperoleh kesempatan mendapatkan layanan pendidikan yang layak sehingga pembangunan manusia tidak terkonsentrasi hanya di kawasan perkotaan.
Hal serupa juga berlaku pada sektor kesehatan. Ketersediaan tenaga kesehatan dan layanan dasar perlu diperkuat agar masyarakat di berbagai wilayah dapat memperoleh pelayanan yang dibutuhkan.
Pemerataan tersebut dinilai penting untuk memastikan pembangunan memberikan manfaat yang lebih luas bagi seluruh lapisan masyarakat.
Faridawaty menilai pembangunan infrastruktur tetap memiliki peran penting dalam mendukung pemerataan layanan dasar.
Infrastruktur yang memadai dapat membuka akses masyarakat terhadap berbagai fasilitas, termasuk pendidikan dan kesehatan, terutama di wilayah pedalaman dan kawasan yang selama ini menghadapi keterbatasan konektivitas.
Karena itu, pembangunan fisik dan pembangunan kualitas manusia perlu ditempatkan dalam satu kesatuan kebijakan.
Infrastruktur yang baik harus mampu mendukung mobilitas masyarakat sekaligus membuka akses terhadap layanan pendidikan, kesehatan, dan kebutuhan dasar lainnya.
Di sisi lain, Faridawaty juga mengingatkan pentingnya menjaga keberlanjutan pembangunan dengan memperhatikan kondisi lingkungan.
Menurutnya, peningkatan kualitas hidup masyarakat dan pertumbuhan ekonomi harus tetap berjalan dengan pengelolaan sumber daya alam yang bertanggung jawab.
Kekayaan sumber daya alam Kalimantan Tengah, lanjutnya, perlu dikelola dengan memperhatikan daya dukung lingkungan.
Aktivitas pembangunan dan ekonomi diharapkan tidak menimbulkan dampak yang merugikan keberlanjutan ekosistem sehingga manfaat pembangunan dapat dipertahankan dalam jangka panjang.
“Keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan perlindungan lingkungan harus menjadi dasar dalam setiap kebijakan pembangunan,”
“Dengan demikian, manfaat pembangunan tidak hanya dirasakan masyarakat saat ini, tetapi juga tetap dapat dinikmati oleh generasi mendatang,” tutup Faridawaty.(Red)
















