BUNTOK – Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Kabupaten Barito Selatan, Rahmat Nuryadin, S.H., M.H., secara resmi membuka Lomba Bulan Bahasa Tahun 2026 yang diselenggarakan Yayasan Nurhayaria di Aula MTsN Buntok, Jumat (9/10/2026).
Kegiatan ini menjadi wadah bagi anak-anak dan generasi muda untuk mengembangkan kemampuan berbahasa, kreativitas, keberanian, serta rasa percaya diri.
Ketua Panitia Pelaksana, Priatun Halida, S.AP., dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menghadirkan tiga cabang perlombaan utama, yakni lomba pembawa acara (MC) formal tingkat SD/MI kelas IV, V, dan VI, lomba bercerita bertema peduli lingkungan untuk tingkat SD/MI kelas IV, V, dan VI, serta lomba peragaan busana atau fashion show.
Khusus lomba fashion show, peserta dibagi dalam beberapa kategori usia, yaitu 5–11 tahun dan 12–17 tahun dengan tema casual free.
Selain itu, tersedia kategori umum tanpa batasan usia dengan tema eco fashion, yakni peragaan busana menggunakan bahan daur ulang, baik untuk peserta berhijab maupun nonhijab.
Priatun menjelaskan, rangkaian kegiatan diawali dengan technical meeting pada Jumat, 9 Oktober 2026. Selanjutnya, lomba MC formal dan bercerita dilaksanakan pada Sabtu, 10 Oktober 2026, sedangkan lomba fashion show sekaligus pengumuman pemenang dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 11 Oktober 2026.
Pelaksanaan kegiatan tersebut didukung melalui kerja sama panitia penyelenggara dengan sejumlah mitra kolaborasi. Untuk menjaga kualitas dan keadilan perlombaan, penilaian seluruh cabang lomba sepenuhnya diserahkan kepada dewan juri yang memiliki kompetensi sesuai bidang masing-masing. Penilaian dilakukan secara independen dan objektif sehingga setiap peserta memperoleh kesempatan yang sama untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya.
Berdasarkan laporan panitia, jumlah peserta yang mengikuti seluruh cabang perlombaan mencapai 103 orang. Adapun pembiayaan kegiatan bersumber dari uang pendaftaran peserta serta dukungan para donatur di Kabupaten Barito Selatan.
Selain perlombaan, panitia juga menyiapkan berbagai hadiah menarik atau door prize yang akan dibagikan bersamaan dengan pengumuman pemenang dan penyerahan hadiah pada Minggu siang, 11 Oktober 2026.
Sementara itu, Pengawas Yayasan Nurhayaria, Nurul Hikmah, menyampaikan ucapan selamat datang dan terima kasih kepada seluruh undangan, guru, orang tua, pendamping, dewan juri, serta peserta yang telah hadir dan memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan kegiatan tersebut.
Ia mengatakan, Lomba Bulan Bahasa tidak semata-mata menjadi ajang untuk memperebutkan kemenangan, tetapi juga merupakan ruang pembelajaran bagi anak-anak dalam mengembangkan potensi diri.
Melalui berbagai cabang perlombaan, peserta diharapkan semakin berani tampil di depan umum, menyampaikan gagasan, mengembangkan kreativitas, serta menunjukkan kemampuan yang dimiliki.
“Kami berharap seluruh cabang lomba ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga ruang bagi anak-anak kita untuk berani tampil, berbicara, berkreasi, dan menunjukkan potensi terbaik mereka. Menang dan kalah merupakan bagian dari perlombaan. Namun, yang jauh lebih penting adalah keberanian untuk tampil, proses belajar, pengalaman yang diperoleh, serta persahabatan yang terbangun selama mengikuti kegiatan ini,” kata Nurul Hikmah.
Dalam kesempatan tersebut, sambutan Bupati Barito Selatan dibacakan oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda Barsel, Rahmat Nuryadin. Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan apresiasi dan menyambut baik penyelenggaraan Lomba Bulan Bahasa Tahun 2026 yang dinilai memiliki nilai positif bagi pengembangan kemampuan dan karakter generasi muda.
Menurut Bupati, kegiatan seperti ini penting karena memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk berkompetisi sekaligus belajar mengembangkan keberanian, kemampuan berkomunikasi, dan rasa percaya diri.
Pengalaman mengikuti perlombaan juga menjadi bagian dari proses pembentukan karakter agar anak-anak terbiasa tampil, berinteraksi, dan menghargai kemampuan orang lain.
“Saya melihat kegiatan seperti ini sangat penting bagi anak-anak kita karena bukan hanya memberikan kesempatan untuk berkompetisi, tetapi juga menjadi ruang untuk belajar, mengembangkan keberanian, meningkatkan kemampuan berkomunikasi, dan menumbuhkan rasa percaya diri,” kata Rahmat saat membacakan sambutan Bupati.
Bupati berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung dengan baik, tertib, dan lancar serta menjadi pengalaman pembelajaran yang menyenangkan bagi anak-anak dan generasi muda. Ia mengingatkan bahwa kemenangan bukanlah satu-satunya tujuan dalam perlombaan.
Pengalaman, kesempatan memperoleh teman baru, serta keberanian menunjukkan kemampuan di hadapan orang lain merupakan hal yang tidak kalah penting.
Selain mengembangkan kemampuan berbahasa dan kreativitas, Bupati juga mengingatkan pentingnya menjaga penggunaan bahasa Indonesia serta melestarikan bahasa daerah di tengah perkembangan zaman.
Kemampuan mempelajari bahasa asing merupakan hal yang baik, tetapi tidak seharusnya membuat generasi muda melupakan bahasa daerah sebagai bagian dari identitas dan kekayaan budaya masyarakat.
“Di tengah perkembangan zaman seperti sekarang, tentu kita harus mampu menggunakan bahasa Indonesia dengan baik. Kalau bisa belajar bahasa asing juga tentu sangat bagus. Tetapi jangan sampai karena ingin mengikuti perkembangan zaman, kita justru melupakan bahasa daerah kita sendiri. Bahasa daerah adalah bagian dari identitas dan kekayaan budaya kita,” lanjutnya.
Karena itu, Bupati mengajak anak-anak untuk mulai mengenal, mempelajari, dan menggunakan bahasa daerah dalam kehidupan sehari-hari. Proses pembelajaran dapat dimulai dari lingkungan keluarga maupun sekolah dengan bertanya dan belajar langsung kepada orang tua, kakek, nenek, guru, serta orang-orang yang lebih tua di lingkungan sekitar.
Melalui penyelenggaraan Lomba Bulan Bahasa Tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Barito Selatan berharap tumbuh generasi muda yang memiliki kemampuan komunikasi, kreativitas, dan kepercayaan diri, sekaligus tetap menghargai bahasa serta budaya daerah sebagai warisan yang harus dijaga dan dilestarikan.(sct)


















