PALANGKARAYA – Jumlah investor pasar modal di Kalimantan Tengah menunjukkan pertumbuhan signifikan hingga akhir 2025, mencerminkan meningkatnya partisipasi masyarakat dalam instrumen investasi keuangan.
Berdasarkan data yang dihimpun, jumlah Single Investor Identification (SID) khususnya investor saham hingga Desember 2025 tercatat meningkat sebanyak 52.802 investor atau 49,50 persen secara year-on-year (yoy).
Kenaikan tersebut terlihat dari jumlah investor yang sebelumnya sebanyak 106.681 pada Desember 2024, menjadi 159.483 investor pada Desember 2025.
Pertumbuhan ini menunjukkan adanya peningkatan minat masyarakat terhadap investasi di pasar modal, seiring dengan membaiknya kondisi ekonomi dan meningkatnya literasi keuangan.
Selain jumlah investor, nilai transaksi saham juga mengalami peningkatan yang cukup signifikan pada periode yang sama.
“Nilai transaksi saham pada bulan Desember 2025 mengalami peningkatan Rp352,44 miliar atau 101,11 persen year-on-year dari Rp348,58 miliar menjadi Rp701,02 miliar,” kata Kepala OJK Provinsi Kalimantan Tengah, Primandanu Febriyan Aziz belum lama ini.
Peningkatan nilai transaksi tersebut mencerminkan aktivitas perdagangan saham yang semakin aktif di kalangan investor, baik individu maupun institusi.
Di sisi lain, jumlah nasabah Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD), baik perorangan maupun perusahaan, juga terus menunjukkan tren positif.
Hal ini sejalan dengan meningkatnya nilai penjualan produk reksa dana yang tercatat mengalami lonjakan signifikan sepanjang tahun 2025.
“Nilai penjualan produk reksa dana meningkat Rp67,21 miliar atau 562,67 persen year-on-year dari Rp11,94 miliar menjadi Rp79,15 miliar,” lanjut Primandanu.
Kenaikan ini menunjukkan bahwa produk reksa dana semakin diminati masyarakat sebagai alternatif investasi yang relatif mudah diakses dan dikelola.
Secara keseluruhan, pertumbuhan jumlah investor, peningkatan transaksi saham, serta kenaikan penjualan reksa dana menjadi indikator positif terhadap perkembangan sektor pasar modal di Kalimantan Tengah.
Kondisi ini juga mencerminkan adanya pemulihan ekonomi serta stabilitas pasar yang mampu mendorong kepercayaan masyarakat untuk berinvestasi.
Dengan tren positif tersebut, diharapkan partisipasi masyarakat dalam sektor pasar modal dapat terus meningkat dan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
“Hal ini menunjukkan bahwa sektor pasar modal mengalami pemulihan ekonomi dan stabilitas pasar yang berpengaruh pada meningkatnya partisipasi masyarakat dalam produk reksa dana,”tandasnya.(sct)


















