BUNTOK – Tim Pembina Posyandu Provinsi Kalimantan Tengah menggelar kunjungan, sosialisasi, dan pembinaan Posyandu di Kabupaten Barito Selatan, Senin (21/9/2026).
Kegiatan di Aula Kantor Kelurahan Buntok Kota itu bertujuan memperkuat kelembagaan Posyandu dan mendukung pelaksanaan enam bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM) sesuai Permendagri Nomor 13 Tahun 2024.
Kegiatan dihadiri Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Barito Selatan Dr. Hj. Permana Sari, M.Sie., M.M., MBA., yang juga Ketua TP-PKK Kabupaten Barito Selatan, kepala organisasi perangkat daerah (OPD) Provinsi Kalimantan Tengah dan Kabupaten Barito Selatan, camat se-Barito Selatan, tokoh masyarakat, adat, agama, dan pemuda, insan media, serta undangan lainnya.
Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Kalimantan Tengah, Aisyah Thisia Agustiar Sabran, S.H., M.Kn., mengatakan kunjungan tersebut dilaksanakan bersamaan dengan kunjungan kerja Gubernur Kalimantan Tengah ke Barito Selatan, termasuk agenda penyaluran bantuan bagi masyarakat terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Aisyah menyebut pembinaan Posyandu juga disertai intervensi dan bantuan untuk para kader. Dukungan tersebut diharapkan meningkatkan semangat kader agar semakin aktif memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Kami dari TP Posyandu Provinsi Kalimantan Tengah 6 SPM juga memberikan intervensi dan bantuan kepada seluruh kader. Semoga kader Posyandu kita semakin semangat dan berperan aktif dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” kata Aisyah.
Ia menjelaskan, Posyandu kini bertransformasi dari pelayanan yang berfokus pada kesehatan menjadi layanan lintas enam bidang SPM. Bidang tersebut meliputi pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat, dan sosial.
Menurut Aisyah, transformasi tersebut perlu dipahami oleh ketua dan pengurus Posyandu di tingkat desa agar pelaksanaan pelayanan dapat berjalan sesuai ketentuan. Ia berharap Posyandu di seluruh Kalimantan Tengah dapat mengembangkan peran sesuai enam bidang tersebut.
“Harapan kita setiap Posyandu yang ada di Kalimantan Tengah bisa bertransformasi. Yang dulunya hanya di bidang kesehatan, kini sudah bertransformasi di enam bidang SPM,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Aisyah juga menyampaikan perhatian terhadap dampak karhutla yang terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah. Ia mengatakan kondisi kekeringan dan cuaca pada puncak kemarau turut meningkatkan risiko kebakaran serta menimbulkan kabut asap.
Aisyah mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak panik. Ia menyatakan Tim Pembina Posyandu berupaya hadir untuk mendengarkan kebutuhan warga serta memberikan dukungan sesuai kemampuan.
Pada kegiatan tersebut, diserahkan pula bantuan bagi masyarakat terdampak karhutla dan dukungan dari OPD yang menangani enam bidang Posyandu. Sekretariat Posyandu menyalurkan 25 unit oksigen portabel dan 100 paket sembako.
Dukungan bidang pendidikan berupa 200 kotak masker anak dan 200 kotak susu. Bidang kesehatan memberikan satu set Posyandu Kit dan 100 botol vitamin anak, sedangkan bidang pekerjaan umum menyalurkan satu unit pompa air untuk mendukung penyediaan air bersih, khususnya dalam situasi bencana.
Bidang perumahan rakyat memberikan 150 botol susu beruang dan 150 botol UC 1000. Bidang ketenteraman, ketertiban umum, dan perlindungan masyarakat menyalurkan masker untuk membantu melindungi warga dari risiko gangguan pernapasan akibat asap karhutla.
Sementara itu, bidang sosial memberikan 50 paket pakaian anak, 50 botol UC 1000, dan 50 botol susu beruang. Bantuan tersebut diharapkan dapat mendukung kebutuhan warga sekaligus memperkuat peran Posyandu dalam pelayanan masyarakat.
Aisyah mengatakan kunjungan tersebut merupakan kunjungan pertamanya ke Barito Selatan. Ia berharap pembinaan dan dukungan lintas OPD dapat memperkuat peran kader serta memperluas layanan Posyandu di daerah.
Melalui transformasi enam bidang SPM, Posyandu diharapkan menjadi wadah pelayanan masyarakat yang semakin menyeluruh, sekaligus membantu pemerintah daerah merespons kebutuhan warga, termasuk saat menghadapi bencana.(sct)


















