KUALA KURUN – Pemerintah Kabupaten Gunung Mas bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Kalimantan Tengah memperkuat sinergi dalam mendorong perluasan elektronifikasi daerah melalui peluncuran program BADARIS (Bayar dengan QRIS Pajak dan Retribusi Daerah) serta percepatan implementasi pembayaran digital di sektor pariwisata.
Langkah tersebut dilakukan untuk mewujudkan ekosistem ekonomi digital yang inklusif, transparan, dan modern di Kabupaten Gunung Mas. Program BADARIS diresmikan langsung oleh Bupati Gunung Mas, Jaya Samaya Monong, di Kawasan Wisata Air Terjun Batu Mahasur, Kuala Kurun, Jumat (12/6/2026).
Kegiatan tersebut turut dihadiri Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah, Satria Febrino sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan elektronifikasi transaksi pemerintah daerah.
“Peluncuran BADARIS menjadi salah satu langkah strategis dalam memperluas penggunaan sistem pembayaran digital melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) untuk pembayaran pajak dan retribusi daerah,” kata Satria Febrino.
Program ini lanjut Satria Febrino, dijalankan melalui fasilitas QRIS yang disediakan Bank Kalteng selaku Bank Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) Kabupaten Gunung Mas.
Melalui program tersebut ujarnya menambahkan, masyarakat diharapkan memperoleh kemudahan dalam melakukan pembayaran pajak dan retribusi secara cepat, aman, dan efisien.
Selain meningkatkan kualitas layanan publik, sistem pembayaran digital juga diharapkan mampu mendukung pengelolaan keuangan daerah yang lebih transparan dan akuntabel.
“Program BADARIS dirancang untuk memperkuat digitalisasi transaksi pemerintah daerah sekaligus meminimalkan potensi kebocoran penerimaan daerah,”
“Seluruh transaksi yang dilakukan melalui QRIS akan tercatat secara otomatis dan terintegrasi sehingga memudahkan proses pemantauan serta pelaporan keuangan,” jelasnya menambahkan.
Selain sektor pajak dan retribusi, upaya perluasan ekosistem digital juga diarahkan pada pengembangan sektor pariwisata yang menjadi salah satu potensi unggulan Kabupaten Gunung Mas.
Langkah ini diwujudkan melalui pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD) Implementasi Elektronifikasi di Sektor Pariwisata Kabupaten Gunung Mas yang digelar pada Selasa 9 Juni 2026 kemarin.
FGD tersebut dipimpin langsung Bupati Kabupaten Gunung Mas Jaya Samaya Monong dan didampingi Wakil Bupati Gunung Mas, Efrensia L.P. Umbing serta melibatkan berbagai pemangku kepentingan terkait.
Dalam forum tersebut dibahas sejumlah strategi percepatan digitalisasi destinasi wisata guna mendukung peningkatan kualitas layanan kepada wisatawan.
Berbagai langkah yang menjadi fokus pembahasan antara lain penguatan ekosistem pembayaran QRIS di kawasan wisata, peningkatan kapasitas pelaku usaha pariwisata, serta pengembangan layanan digital yang dapat mendukung pengalaman wisatawan selama berkunjung ke Kabupaten Gunung Mas.
Penerapan transaksi digital di sektor pariwisata dinilai penting untuk meningkatkan daya saing destinasi wisata daerah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Kehadiran sistem pembayaran non tunai juga diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi wisatawan dalam bertransaksi selama berada di lokasi wisata.
Melalui sinergi yang terus diperkuat antara Bank Indonesia dan Pemerintah Kabupaten Gunung Mas.
Percepatan elektronifikasi transaksi pemerintah daerah dan digitalisasi sektor pariwisata diharapkan mampu mendukung tata kelola keuangan yang lebih modern, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di Kabupaten Gunung Mas.
Digitalisasi menjadi langkah penting untuk menciptakan layanan yang lebih efisien, transparan, dan mampu mendukung kemajuan ekonomi daerah secara berkelanjutan,” tutupnya.(sct)


















