PKKMB UPR 2026 Bekali Mahasiswa Baru Jadi FKIP Berdampak

AKADEMIKA56 Dilihat

PALANGKARAYA – Pelaksanaan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) 2026 di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Palangka Raya (UPR) diarahkan tidak hanya untuk mengenalkan lingkungan kampus, tetapi juga membentuk mahasiswa yang mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat.

Dekan FKIP UPR, Dr. Rinto Alexandro, S.E, M.M melalui Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni FKIP UPR, Dr. Fendahapsari Singgih Sendayu, M.Pd. mengatakan bahwa PKKMB tingkat fakultas tahun ini memiliki program yang berbeda dibandingkan pelaksanaan tahun sebelumnya.

Kegiatan tersebut dirancang agar mahasiswa baru tidak hanya memahami lingkungan akademik, organisasi, struktur perguruan tinggi, sistem pembelajaran, dan kehidupan kemahasiswaan, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap lingkungan sosial.

“Kita ingin menjadikan mahasiswa baru ini menjadi mahasiswa FKIP Berdampak. Kegiatan PKKMB FKIP UPR besok akan menghadirkan beberapa mitra dari panti asuhan dan mendapatkan sumbangan dari 853 mahasiswa baru berupa alat tulis, pakaian layak pakai, dan juga sembako. Hal tersebut salah satu program dari FKIP Berdampak kepada masyarakat,” kata Fedahapsari, Selasa (11/08/2026).

Menurutnya, Program tersebut menjadi bagian dari upaya FKIP UPR memperkenalkan nilai kepedulian sosial sejak mahasiswa baru mulai memasuki lingkungan perguruan tinggi.

Mahasiswa baru juga diarahkan untuk memahami bahwa kehidupan kampus tidak hanya berkaitan dengan kegiatan akademik, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial.

Selain program sosial, FKIP UPR juga memberikan perhatian terhadap terciptanya lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan berintegritas. Salah satunya melalui sosialisasi mengenai tiga dosa, yakni perundungan atau bullying, kekerasan seksual, dan intoleransi.

Materi tersebut akan diberikan kepada mahasiswa baru sebagai bagian dari pembekalan agar memahami bentuk-bentuk tindakan yang tidak dapat dibenarkan dalam lingkungan pendidikan. FKIP UPR juga menambahkan materi mengenai pungutan liar (pungli) dan gratifikasi.

Fendahapsari mengatakan pembekalan tersebut penting agar mahasiswa baru memiliki pemahaman sejak awal mengenai etika dan perilaku yang harus dijaga selama menjalani pendidikan di perguruan tinggi.

Tidak hanya itu, materi mengenai penyalahgunaan narkoba juga menjadi bagian dari rangkaian pembekalan mahasiswa baru. Dalam pelaksanaannya, FKIP UPR menggandeng Badan Narkotika Nasional (BNN) sebagai mitra untuk memberikan pemahaman mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba.

“Di dalam PKKMB ini kita juga menyelipkan materi terkait penyalahgunaan narkoba dengan menggandeng mitra dari BNN,” katanya menambahkan.

FKIP UPR juga melibatkan Tim Zona Integritas untuk memberikan sosialisasi mengenai layanan kepada mahasiswa. Materi tersebut diharapkan membantu mahasiswa baru memahami berbagai layanan yang tersedia sekaligus membangun budaya akademik yang transparan dan berintegritas.

Dalam pelaksanaan PKKMB 2026, FKIP UPR juga memastikan kegiatan berlangsung tanpa praktik perploncoan. Pihak fakultas telah bersepakat dengan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FKIP UPR untuk menjaga pelaksanaan kegiatan agar tidak diwarnai tindakan yang dapat merugikan atau membuat mahasiswa baru merasa tertekan.

Ia menilai pendekatan humanis menjadi bagian penting dalam proses pengenalan mahasiswa baru terhadap lingkungan perguruan tinggi. Mahasiswa diharapkan dapat memulai perjalanan akademiknya dalam suasana yang aman, positif, dan mendukung proses adaptasi.

Pada PKKMB FKIP UPR 2026, jumlah mahasiswa baru tercatat sebanyak 853 orang. Jumlah tersebut mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai lebih kurang 1.000 mahasiswa baru.

Meski mengalami penurunan jumlah mahasiswa baru, Fendahapsari menyebut FKIP UPR tetap menjadi fakultas dengan minat masyarakat yang tinggi. Hal tersebut menunjukkan FKIP UPR masih memiliki daya tarik bagi masyarakat yang ingin melanjutkan pendidikan di bidang keguruan dan ilmu pendidikan.

“Alhamdulillah, FKIP UPR masih menduduki peringkat pertama dalam hal minat masyarakat untuk berkuliah,” tutup Fendahapsari.(sct)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *