Pengelolaan Hutan Berbasis Riset Dukung Kelestarian Lingkungan

FORESTRY15 Dilihat

KAPUAS – PT Industrial Forest Plantation memperkuat kontribusi pengelolaan hutan terhadap pelestarian lingkungan dan keanekaragaman hayati melalui pendekatan berbasis riset dan kolaborasi dengan berbagai pihak.

Upaya tersebut diwujudkan melalui kerja sama strategis bersama Ecositrop dan akademisi Universitas Palangka Raya dalam penguatan baseline data serta pengembangan kegiatan di kawasan Training and Research Center (TRC) Mangkutup.

Kolaborasi ini menjadi langkah penting untuk memastikan bahwa setiap kebijakan dan program pengelolaan hutan dilakukan berdasarkan data ilmiah yang akurat, komprehensif, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Melalui dukungan Ecositrop, proses pengumpulan dan analisis data difokuskan pada kajian kondisi ekosistem, keanekaragaman hayati, serta dinamika lingkungan di kawasan Mangkutup.

Pendekatan tersebut diharapkan mampu memberikan gambaran menyeluruh terhadap kondisi lingkungan, sehingga langkah-langkah pengelolaan yang diambil dapat lebih tepat sasaran dan berkelanjutan.

Keterlibatan akademisi Universitas Palangka Raya (UPR) memperkuat metodologi penelitian serta mendorong lahirnya inovasi dalam pengelolaan hutan yang ramah lingkungan.

“Kolaborasi ini juga membuka peluang bagi mahasiswa dan peneliti untuk terlibat langsung dalam kegiatan lapangan, sehingga mendukung proses transfer pengetahuan yang berkelanjutan,” kata Direktur PPIIG UPR, Dr.Hendrik Segah, S.Hut., M.Si., PhD., IPU.

Dijelaskanya bahwa, Transfer knowledge menjadi bagian penting dalam memastikan keberlanjutan pengelolaan kawasan, sekaligus meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dalam memahami dan menjaga keseimbangan ekosistem.

Penguatan baseline data di TRC Mangkutup menjadi fondasi dalam merancang program pengelolaan hutan yang adaptif dan berbasis bukti, sehingga mampu menjaga kelestarian lingkungan dan keanekaragaman hayati secara optimal.

Selain itu, pusat riset ini juga diarahkan sebagai sarana pembelajaran bagi berbagai pihak dalam menerapkan praktik terbaik pengelolaan hutan tanaman industri yang berkelanjutan.

“Melalui sinergi dengan lembaga penelitian dan dunia akademik, perusahaan optimistis dapat terus meningkatkan kualitas pengelolaan kawasan sekaligus memberikan kontribusi nyata terhadap pelestarian lingkungan” tutupnya.(Red/sct)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *