BUNTOK – Pemerintah Kabupaten Barito Selatan terus berupaya memperluas akses pendidikan anak usia dini hingga ke wilayah dusun. Salah satunya melalui pendirian PAUD SATAP Marati di Dusun Parigi, Desa Kalahien, Kecamatan Dusun Selatan, yang dihadiri Bupati Barito Selatan Dr. H. Eddy Raya Samsuri, S.T., M.M., Sabtu (31/10/2026).
Kehadiran PAUD SATAP Marati mendapat apresiasi dari Ketua Bunda PAUD Kabupaten Barito Selatan Dr. Hj. Permana Sari, M.Si., M.M., MBA. Ia berharap keberadaan lembaga pendidikan tersebut dapat memudahkan anak-anak di Dusun Parigi memperoleh pendidikan sejak usia dini tanpa harus menempuh perjalanan jauh dari tempat tinggal mereka.
Menurut Permana Sari, pendidikan anak tidak hanya menjadi tanggung jawab tenaga pendidik di sekolah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif orang tua dan keluarga di rumah.
“Pendidikan utama anak dimulai dari rumah, sehingga orang tua tidak boleh melimpahkan seluruh tanggung jawab kepada guru. Perhatian sederhana seperti menemani bermain, mendengarkan, dan memberikan contoh yang baik sangat berarti bagi perkembangan anak. Sementara itu, tenaga pendidik diharapkan mengajar dengan sabar dan menciptakan suasana belajar yang menyenangkan agar anak senang belajar,” tutur Permana Sari.
Ia juga mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga, merawat, dan mendukung keberlangsungan PAUD SATAP Marati. Menurutnya, semangat mendirikan lembaga pendidikan tersebut harus diikuti dengan kepedulian dan dukungan secara berkelanjutan.
Melalui gerakan PKK serta kepedulian keluarga terhadap pendidikan, PAUD SATAP Marati diharapkan menjadi wadah bagi anak-anak untuk belajar dan tumbuh dengan ceria. Upaya tersebut juga diharapkan dapat membantu menyiapkan generasi berkualitas yang membanggakan Kabupaten Barito Selatan.
Bupati Eddy Raya Samsuri menyambut baik pendirian PAUD SATAP Marati. Ia menilai kehadiran fasilitas pendidikan di Dusun Parigi memberikan kesempatan yang lebih luas bagi anak-anak untuk belajar dan berkembang, sebagaimana anak-anak di wilayah lainnya.
Bupati menegaskan bahwa tempat tinggal di dusun maupun jarak yang cukup jauh tidak boleh menjadi penghalang bagi anak-anak untuk memperoleh pendidikan yang layak. Pemerataan pembangunan pendidikan, menurutnya, harus dapat dirasakan seluruh masyarakat hingga ke desa dan dusun.
“Jangan sampai karena tinggal di dusun atau karena jarak yang cukup jauh, anak-anak kita memiliki kesempatan pendidikan yang lebih terbatas. Justru kita ingin pembangunan pendidikan dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat, sampai ke desa dan dusun,” kata Eddy Raya.
Ia mengajak orang tua, tenaga pendidik, pemerintah desa, dan seluruh masyarakat untuk bersinergi mendukung penyelenggaraan pendidikan anak usia dini. Peran keluarga dinilai penting dalam memberikan perhatian, kasih sayang, serta teladan yang baik sebagai bekal perkembangan anak.
Sementara itu, tenaga pendidik diharapkan dapat membimbing anak-anak dengan penuh kesabaran dan ketulusan. Dukungan pemerintah desa dan masyarakat juga diperlukan untuk merawat fasilitas serta menjaga keberlanjutan kegiatan belajar di PAUD SATAP Marati.
Bupati menyampaikan bahwa pembangunan daerah membutuhkan dukungan dan kebersamaan seluruh masyarakat. Pemberian kesempatan pendidikan bagi anak-anak di Dusun Parigi merupakan investasi jangka panjang untuk menyiapkan generasi penerus.
Ia berharap anak-anak yang memperoleh pendidikan sejak dini kelak memiliki kesempatan berkembang dan meraih cita-cita di berbagai bidang, baik sebagai guru, tenaga kesehatan, pengusaha, maupun pemimpin daerah.
“Pembangunan Kabupaten Barito Selatan akan lebih mudah terwujud dengan dukungan dan kebersamaan seluruh masyarakat. Memberikan kesempatan pendidikan bagi anak-anak di Dusun Parigi merupakan investasi besar bagi masa depan. Semoga pendirian PAUD SATAP Marati ini berjalan lancar dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat sekitar,” tutup Eddy Raya.(sct)



















