Junaidi: Ketahanan Pangan Benteng Hadapi Krisis

PALANGKARAYA – Sekretaris Komisi II DPRD Provinsi Kalimantan Tengah, Junaidi menyatakan ketahanan pangan merupakan bagian penting dari pertahanan daerah dalam menghadapi krisis ekonomi maupun bencana global.

“Jika daerah kita kuat dalam pangan, maka kita tidak akan terlalu terguncang meski terjadi krisis global,” tegasnya di Palangka Raya, Sabtu (30/01/2026).

Ia menegaskan, daerah yang mandiri dalam sektor pangan akan lebih stabil ketika menghadapi situasi darurat.

Menurut Junaidi, kemandirian pangan menjadi faktor penentu dalam menjaga stabilitas sosial dan ekonomi masyarakat.

Junaidi mengingatkan bahwa ancaman krisis global dapat berdampak langsung terhadap ketersediaan bahan pangan jika tidak diantisipasi sejak dini.

Dirinya menilai, krisis pangan bukan lagi isu yang jauh, melainkan ancaman nyata yang telah dialami berbagai negara.

Oleh sebab itu, setiap daerah perlu memperkuat kapasitas produksi dan memastikan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi secara mandiri.

Junaidi menyebut Kalimantan Tengah masih memiliki peluang besar untuk memperluas lahan pertanian serta melakukan diversifikasi tanaman pangan.

Namun, hal tersebut harus didukung perencanaan yang matang serta keterlibatan aktif masyarakat.

“Tanpa dukungan dari petani dan masyarakat, program pangan hanya akan jadi pajangan di atas kertas,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa keberhasilan sektor pangan tidak hanya diukur dari target administratif, tetapi dari kondisi riil di lapangan. Ketersediaan, akses, dan keterjangkauan harga menjadi tiga indikator utama yang harus dijaga pemerintah.

“Ketahanan pangan adalah tembok pertama yang melindungi masyarakat dari ancaman krisis yang tidak terduga,” tandasnya.(Red/sct)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *