PALANGKARAYA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kalimantan Tengah bersama Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Kalimantan Tengah, perusahaan sekuritas, dan komunitas Palangka Runners menggelar Pre-Event Investor Run 2026 sebagai langkah mempercepat literasi dan inklusi pasar modal di Kalimantan Tengah.
Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Road to Sosialisasi dan Edukasi Pasar Modal Terpadu (SEPMT) sekaligus pembuka menuju Investor Run Itah Hadari 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 19 September 2026.
Kegiatan yang dilaksanakan di Kota Palangka Raya tersebut diikuti sekitar 60 peserta dari berbagai kalangan. Hadir dalam kegiatan itu Kepala OJK Provinsi Kalimantan Tengah, Deputi Kepala Kantor BEI Kalimantan Tengah, perusahaan sekuritas, serta komunitas Palangka Runners.
Program ini bertujuan memperluas pengenalan produk sekaligus meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan keuangan di sektor pasar modal.
Berdasarkan data per Mei 2026, jumlah investor di Provinsi Kalimantan Tengah telah mencapai 239.151 investor dengan total nilai transaksi saham sebesar Rp1,85 triliun.
Secara tahunan atau year on year (yoy), jumlah investor meningkat 562 persen, sedangkan nilai transaksi saham tumbuh 254 persen. Capaian tersebut menunjukkan semakin meningkatnya partisipasi masyarakat Kalimantan Tengah dalam aktivitas investasi di pasar modal.
Kepala OJK Provinsi Kalimantan Tengah, Primandanu Febriyan Aziz mengatakan penyelenggaraan Pre-Event Investor Run 2026 menjadi salah satu strategi OJK untuk memperluas literasi dan inklusi keuangan kepada masyarakat melalui pendekatan yang lebih dekat dengan komunitas.
“Kami berharap kegiatan ini dapat mendorong semakin banyak masyarakat Kalimantan Tengah untuk mengenal pasar modal, memahami pentingnya berinvestasi melalui instrumen yang legal, serta menjadi investor yang cerdas dan bertanggung jawab,” ujarnya. Sabtu (2/8/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Deputi Kepala Kantor BEI Kalimantan Tengah, Randy Perdana P.S. memberikan edukasi mengenai tata cara dan persyaratan pembukaan Single Investor Identification (SID).
Ia menjelaskan bahwa masyarakat dapat membuka SID melalui perusahaan sekuritas resmi yang memiliki kantor cabang atau perwakilan aktif di Kota Palangka Raya.
“Bapak dan Ibu dapat memilih perusahaan sekuritas yang memiliki kantor cabang atau perwakilan aktif di Kota Palangka Raya sesuai dengan kebutuhan dan preferensi masing-masing,”
“Keberadaan kantor cabang atau perwakilan tersebut diharapkan dapat memudahkan masyarakat dalam proses pembukaan SID dan memulai investasi di pasar modal,” kata Randy.
Setelah sesi edukasi, kegiatan dilanjutkan dengan fasilitasi pembukaan SID bagi peserta oleh BEI Kalimantan Tengah bersama perusahaan-perusahaan sekuritas.
Langkah tersebut diharapkan semakin memudahkan masyarakat untuk mulai berinvestasi melalui instrumen yang legal dan diawasi.
Selain memberikan pemahaman mengenai mekanisme investasi, kegiatan ini juga bertujuan meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengambil keputusan investasi yang sesuai dengan kebutuhan dan profil risiko masing-masing.
Edukasi tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya mencegah masyarakat terjebak dalam berbagai bentuk investasi ilegal.
Melalui sinergi OJK, BEI Kalimantan Tengah, perusahaan sekuritas, dan komunitas Palangka Runners, literasi serta inklusi pasar modal di Kalimantan Tengah diharapkan terus meningkat seiring bertambahnya jumlah investor baru.
Semangat tersebut akan dilanjutkan melalui penyelenggaraan Investor Run Itah Hadari 2026 pada 19 September 2026 yang terbuka bagi masyarakat umum sebagai bagian dari kampanye edukasi pasar modal yang inklusif, sehat, dan berkelanjutan.(sct)















