Disiplin Fiskal Perkuat Pembangunan Kalteng Menuju Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

PALANGKARAYA – Anggota Komisi IV DPRD Kalimantan Tengah, Okki Maulana menegaskan keberhasilan pembangunan daerah pada Tahun 2026 sangat bergantung pada kemampuan pemerintah provinsi menjaga disiplin fiskal sekaligus memperkuat sektor-sektor produktif.

“Kebijakan fiskal yang konsisten akan menjadi fondasi untuk menjaga stabilitas ekonomi daerah sekaligus mendorong pertumbuhan di sektor prioritas,” katanya, Selasa (21/10/2025).

Okki menjelaskan pemerintah provinsi telah menetapkan sejumlah target pembangunan dalam Rancangan Peraturan Daerah tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2026.

Berbagai sasaran tersebut menjadi acuan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Salah satu target yang diproyeksikan adalah pertumbuhan ekonomi Kalimantan Tengah sebesar 6 persen.

Selain itu, pemerintah daerah juga menargetkan penurunan angka kemiskinan hingga berada pada kisaran 4,31 persen sampai 4,89 persen.

Menurutnya, target tersebut mencerminkan optimisme pemerintah daerah terhadap potensi ekonomi Kalimantan Tengah.

Namun, optimisme itu harus didukung dengan pengelolaan fiskal yang realistis, terukur, serta berorientasi pada hasil yang dapat dirasakan masyarakat.

Ia menilai setiap kebijakan anggaran perlu diarahkan untuk memberikan manfaat maksimal melalui belanja yang efektif, efisien, dan tepat sasaran.

Dengan demikian, setiap alokasi anggaran mampu memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

“Pemerintah harus mampu mengelola belanja daerah secara efektif, memastikan setiap rupiah anggaran memberi manfaat nyata bagi masyarakat, terutama di sektor-sektor yang mendorong pertumbuhan ekonomi,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya sinkronisasi kebijakan antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat agar arah pembangunan tetap selaras dengan prioritas nasional.

Menurutnya, sinergi tersebut akan membuat perencanaan dan pelaksanaan program pembangunan berjalan lebih efektif.

“Target daerah harus selaras dengan prioritas pusat. Sinergi ini penting agar perencanaan dan pelaksanaan program tidak berjalan sendiri-sendiri,” tegasnya.

Okki berharap seluruh perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dapat bekerja secara lebih terarah, disiplin, dan berorientasi pada hasil, sehingga setiap program pembangunan benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Kita ingin pembangunan benar-benar berdampak bagi masyarakat, bukan sekadar memenuhi target angka,” tutup Okki.(sct)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *