BEKASI – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama kementerian/lembaga, industri jasa keuangan, pemerintah daerah, serta pemangku kepentingan terkait terus memperkuat budaya menabung dan meningkatkan literasi serta inklusi keuangan masyarakat, khususnya generasi muda.
Penguatan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kemandirian finansial dan kesejahteraan masyarakat melalui rangkaian Hari Indonesia Menabung (HIM) dan Bulan Literasi Keuangan (BLK) 2026.
Rangkaian kegiatan yang digelar di seluruh wilayah Indonesia itu mengusung tema “Merajut Masa Depan melalui Literasi dan Inklusi Keuangan”. Kampanye ini sekaligus diarahkan untuk memperkuat budaya menabung sejak dini dan mendukung target inklusi keuangan nasional sebesar 98 persen pada 2045 sebagaimana ditetapkan dalam RPJPN.
Puncak HIM dan BLK 2026 digelar di Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 13 Bekasi, diikuti lebih dari 1.100 peserta yang terdiri atas pelajar dan mahasiswa.
Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi mengatakan, tingkat literasi dan inklusi keuangan nasional masing-masing telah mencapai 69,57 persen dan 93,61 persen. Namun, capaian pada segmen pelajar dan mahasiswa masih berada di bawah capaian nasional sehingga membutuhkan penguatan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.
“Menabung sejak dini sangat penting untuk masa depan kalian. Menabung itu jangan menunggu uang kita banyak dulu. Justru supaya uangnya banyak, kita harus menabung sedikit demi sedikit. Jadi, kita harus membiasakan diri menabung sejak dini,” kata Friderica, Jumat (28/8/2026).
Friderica mengatakan OJK bersama seluruh kementerian dan lembaga memiliki komitmen untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan anak-anak di Indonesia. Penguatan tersebut dilakukan antara lain melalui Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR).
Program KEJAR menjadi bagian dari upaya memperluas kepemilikan rekening sekaligus membangun kebiasaan menabung di kalangan pelajar. Selama periode September 2025 hingga Juni 2026, sebanyak 679.000 rekening pelajar baru telah dibuka.
Selain pembukaan rekening, telah dilaksanakan lebih dari 270.000 kegiatan Bank Goes to School di 122 ribu sekolah. Berbagai kegiatan sosialisasi dan edukasi juga telah menjangkau lebih dari 16.000 pelajar di 40 kabupaten/kota di seluruh Indonesia.
Pada HIM 2026, Sekolah Rakyat turut menjadi salah satu sasaran utama peningkatan literasi dan inklusi keuangan pada segmen pelajar. Peserta didik Sekolah Rakyat yang berasal dari keluarga prasejahtera dinilai menjadi segmen penting dalam perluasan akses dan edukasi keuangan.
Dalam sesi Leaders’ Insight, Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Pelindungan Konsumen OJK, Dicky Kartikoyono mengatakan bahwa kebiasaan menabung tidak hanya berkaitan dengan pengelolaan uang, tetapi juga membentuk karakter disiplin dan kemampuan mengendalikan diri.
“Tujuan peningkatan literasi dan inklusi keuangan yang dilakukan OJK adalah membangun karakter pribadi yang disiplin, sabar, mampu mengendalikan diri, dan mampu mengelola keuangan sehingga dapat terhindar dari kebiasaan FOMO dan FOPO di tengah perkembangan ekonomi dan keuangan digital,” kata Dicky.
Dicky menekankan, menabung perlu dimaknai sebagai kebiasaan menyisihkan uang, bukan sekadar menyisakan uang. Kebiasaan tersebut memberikan ruang lebih besar bagi seseorang untuk merencanakan masa depan, memenuhi kebutuhan, membantu orang lain, serta berkontribusi terhadap perekonomian nasional.
Dari sisi literasi keuangan, OJK terus mengorkestrasi berbagai program edukasi melalui Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN). Program tersebut melibatkan seluruh pemangku kepentingan agar edukasi keuangan berlangsung secara masif, merata, dan berkelanjutan.
Sepanjang 2026 hingga Agustus 2026, OJK telah melaksanakan 3.557 kegiatan edukasi keuangan yang menjangkau 12,2 juta peserta. Melalui sinergi GENCARKAN, juga telah dilaksanakan 18.308 kegiatan edukasi langsung yang menjangkau 3,2 juta peserta serta 22.797 kegiatan edukasi digital yang menjangkau 167,8 juta peserta.
Penguatan literasi juga dilakukan melalui program Penggerak Duta Literasi Keuangan Indonesia atau OJK PEDULI. Hingga saat ini, program tersebut telah membentuk 51.030 Duta Literasi Keuangan Indonesia.
Sementara itu, dari sisi infrastruktur literasi digital, LMS Edukasi Keuangan (LMSKU) telah dimanfaatkan 142.613 pengguna. Minisite Sikapi Uangmu juga telah menerbitkan 253 konten dengan total 2,4 juta views.
Sebagai bagian dari puncak HIM dan BLK 2026, OJK turut menyelenggarakan penganugerahan Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) Award dan Financial Literacy Award. KEJAR Award diberikan kepada industri perbankan, satuan pendidikan, dan pemerintah daerah yang aktif mendukung implementasi Program KEJAR.
Dukungan tersebut mencakup pembukaan rekening, publikasi, sosialisasi, serta edukasi. Capaian itu menunjukkan komitmen bersama dalam memperluas akses keuangan sekaligus meningkatkan kesadaran generasi muda mengenai pentingnya menabung untuk membangun kemandirian finansial.
Melalui peringatan HIM dan BLK 2026, OJK berharap budaya menabung semakin mengakar di kalangan generasi muda dan diiringi kemampuan mengelola keuangan secara bijak serta memanfaatkan produk dan layanan jasa keuangan secara tepat.
“Sinergi OJK bersama Pemerintah, Industri Jasa Keuangan, Pemerintah Daerah, satuan pendidikan, serta seluruh pemangku kepentingan akan terus diperkuat untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang semakin terliterasi, inklusif, berdaya, dan sejahtera secara finansial menuju Indonesia Emas 2045,” tandas Dicky.(sct)


















