PKKMB FMIPA UPR Bentuk Generasi Saintis Berjiwa CAKRA dan KUMI

AKADEMIKA56 Dilihat

PALANGKARAYA – Pelaksanaan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Palangka Raya (UPR) diarahkan untuk membentuk generasi saintis yang cerdas, adaptif, kolaboratif, resilien, dan aspiratif.

Kegiatan tersebut menjadi momentum awal bagi mahasiswa baru untuk mengenal lingkungan akademik sekaligus memahami kehidupan sebagai bagian dari sivitas akademika.

Pengenalan lingkungan kampus, organisasi dan struktur perguruan tinggi, sistem pembelajaran, serta kehidupan kemahasiswaan menjadi bagian penting dalam proses adaptasi mahasiswa.

Dekan FMIPA UPR, Prof. Dr. Agus Haryono, M.Si. mengatakan bahwa mahasiswa baru perlu mempersiapkan diri sebagai calon intelektual yang memiliki kapasitas untuk berperan dalam kehidupan masyarakat dan pembangunan pada masa mendatang.

“Mahasiswa baru harus mempersiapkan diri untuk menjadi intelektual yang akan berperan di masa depan. Karena itu, modal yang harus dibangun bukan hanya kemampuan akademik, tetapi juga soft skill serta karakter CAKRA dan KUMI,” kata Agus, di Gedung PPIIG UPR, Rabu (12/08/2026).

Tema PKKMB FMIPA UPR tahun ini adalah “Membentuk Generasi Saintis yang Cerdas, Adaptif, Kolaboratif, Resilien, Aspiratif (CAKRA)”.

Tema tersebut menjadi pijakan untuk membangun karakter mahasiswa yang mampu menghadapi perubahan, bekerja sama, memiliki daya tahan, serta mampu menyampaikan gagasan secara konstruktif.

Selain CAKRA, FMIPA UPR dalam pelaksanaan PKKMB FMIPA UPR 2026 ini juga mengusung konsep “Membentuk Insan Saintis yang Kolaboratif, Unggul, Mandiri, Intelektual (KUMI)”.

Konsep tersebut menekankan pentingnya keseimbangan antara kemampuan akademik, kemandirian, keunggulan, dan kemampuan mahasiswa untuk membangun kerja sama.

Prof. Agus juga mengingatkan mahasiswa baru agar segera mengenali lingkungan kampus dan mampu beradaptasi dengan pola kehidupan perguruan tinggi.

Menurutnya, terdapat perbedaan pola belajar antara jenjang sekolah menengah atas dan perguruan tinggi sehingga mahasiswa harus lebih mandiri dalam mengelola proses belajarnya.

“Kenali kampus dan lakukan adaptasi dengan cepat. Pola belajar di perguruan tinggi berbeda dengan saat di SLTA. Mahasiswa harus membangun kemandirian, meningkatkan kapasitas diri, serta mampu menyesuaikan diri dengan lingkungan akademik yang baru,” ujarnya menambahkan.

Dalam proses adaptasi tersebut, mahasiswa juga diharapkan membangun hubungan yang positif dengan teman-teman baru.

Pergaulan di lingkungan kampus dinilai dapat menjadi bagian dari proses pembelajaran, terutama dalam membangun kemampuan berkomunikasi, bekerja sama, dan berkolaborasi.

“Bangun kolaborasi dan bergaul secara positif dengan teman-teman baru. Gunakan lingkungan kampus sebagai ruang untuk belajar, membangun jaringan, dan meningkatkan kapasitas diri,” ujarnya lebih dalam lagi.

Di sisi lain, Prof. Agus memberikan perhatian terhadap berbagai tantangan yang dapat dihadapi mahasiswa dalam kehidupan sehari-hari, termasuk persoalan pinjaman online dan judi online.

Mahasiswa baru diminta menjauhi kedua aktivitas tersebut karena dapat mengganggu proses pendidikan dan masa depan mereka.

“Jauhi dan hindari pinjaman online serta judi online. Mahasiswa harus mampu menjaga diri, mengelola kebutuhan dengan bijak, dan tidak terjebak pada aktivitas yang dapat merugikan diri sendiri maupun masa depan,” tegasnya.

Pelaksanaan PKKMB FMIPA UPR juga tidak hanya berorientasi pada pengenalan lingkungan akademik.

Kegiatan tersebut diarahkan untuk meningkatkan kesadaran mahasiswa mengenai kehidupan berbangsa dan bernegara.

Mahasiswa baru diharapkan memiliki semangat cinta tanah air sekaligus memahami peran pendidikan tinggi dalam mendukung pembangunan bangsa.

Pemahaman tersebut menjadi penting karena mahasiswa FMIPA dipersiapkan tidak hanya sebagai individu yang memiliki kemampuan di bidang ilmu pengetahuan alam, tetapi juga sebagai calon intelektual yang dapat memberikan kontribusi bagi masyarakat.

Kemampuan akademik diharapkan berjalan seiring dengan kepedulian terhadap lingkungan sosial dan pembangunan.

Pada pelaksanaan PKKMB 2026, FMIPA UPR menerima sebanyak 153 mahasiswa baru. Jumlah tersebut terdiri atas 20 mahasiswa Program Studi Matematika, enam mahasiswa Fisika, 13 mahasiswa Kimia, 47 mahasiswa Biologi, dan 67 mahasiswa Farmasi.

Komposisi tersebut menunjukkan mahasiswa baru FMIPA UPR berasal dari berbagai bidang keilmuan yang memiliki karakteristik masing-masing.

Keragaman tersebut menjadi ruang untuk membangun kolaborasi antarmahasiswa sekaligus memperluas pengalaman dalam kehidupan akademik.

Melalui PKKMB, mahasiswa baru diharapkan tidak hanya mampu mengenali lingkungan kampus, tetapi juga memiliki kesiapan untuk menjalani proses pendidikan secara mandiri.

Penguatan soft skill, kemampuan berkolaborasi, karakter, dan kapasitas diri menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari perjalanan mahasiswa selama menempuh pendidikan di FMIPA UPR.

“Bangun kapasitas diri sejak awal. Jadilah mahasiswa yang cerdas, adaptif, kolaboratif, resilien, dan aspiratif. Dengan karakter itu, kalian dapat tumbuh menjadi insan saintis yang unggul, mandiri, intelektual, serta mampu memberikan kontribusi bagi masyarakat dan pembangunan bangsa,” tutup Prof. Agus.(sct)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *