UMPR Berkembang Pesat, Kini Miliki 15 Fakultas 43 Prodi

AKADEMIKA36 Dilihat

PALANGKARAYA – Universitas Muhammadiyah Palangka Raya (UMPR) terus mengalami perkembangan dalam beberapa tahun terakhir, baik dari sisi akademik maupun fasilitas pendidikan.

Dari sebelumnya memiliki enam fakultas dan 16 program studi, kini UMPR telah berkembang menjadi 15 fakultas dengan 43 program studi (prodi).

Rektor UMPR Assoc. Prof. Dr. H. Muhammad Yusuf, S.Sos., M.AP. mengatakan bahwa pertumbuhan UMPR tidak hanya ditandai dengan bertambahnya jumlah fakultas dan program studi, tetapi juga semakin luasnya bidang keilmuan yang dikembangkan, penambahan fasilitas, serta perluasan lokasi kampus.

“UMPR sebelumnya memiliki enam fakultas dan sekitar 16 program studi. Sekarang sudah berkembang menjadi 15 fakultas dengan 43 program studi, ditambah program pascasarjana,” ujar Yusuf, saat bersilaturahmi dengan Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kalimantan Tengah di Ruang Rapat Fakultas Kedokteran UMPR, Kampus 2, Jalan Anggrek Lingkar Luar, Palangka Raya, Sabtu (15/8/2026).

Saat ini lanjut Prof. Yusuf, UMPR juga telah memiliki satu program pascasarjana yang menaungi enam program magister (S2) dan dua program doktor (S3). P

engembangan tersebut menjadi bagian dari upaya UMPR memperluas pilihan pendidikan tinggi bagi masyarakat di Kalimantan Tengah.

Pertumbuhan bidang akademik juga terlihat dari hadirnya sejumlah fakultas dan program studi baru, khususnya pada bidang kesehatan.

Di antaranya Fakultas Kedokteran, Fakultas Kedokteran Gigi, serta program studi Anestesi, Rekam Medik, Farmasi, Gizi, dan sejumlah program studi lainnya.

Menurut Prof. Yusuf, pengembangan bidang keilmuan tersebut diarahkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat dan perkembangan dunia kerja.

Pada saat yang sama, langkah tersebut diharapkan semakin memperluas akses masyarakat untuk memperoleh pendidikan tinggi sesuai kebutuhan dan minat masing-masing.

Selain aspek akademik, perkembangan UMPR juga ditandai dengan bertambahnya fasilitas dan lokasi kampus.

Jika sebelumnya kegiatan pendidikan hanya berpusat di Kampus 1 di Jalan RTA Milono Km 1,5 Palangka Raya, kini UMPR telah memiliki tiga lokasi kampus.

Kampus 2 UMPR berada di Jalan Anggrek Lingkar Luar, sedangkan Kampus 3 berada di Jalan Soekarno.

Penambahan lokasi tersebut menjadi bagian dari perkembangan sarana pendidikan seiring meningkatnya jumlah program studi dan mahasiswa.

Pertumbuhan UMPR juga tercermin dari jumlah mahasiswa yang saat ini mencapai sekitar 11.800 orang.

Jumlah tersebut menunjukkan semakin luasnya kepercayaan masyarakat terhadap UMPR sebagai salah satu perguruan tinggi di Kalimantan Tengah.

Sebagai perguruan tinggi swasta, Prof. Yusuf menilai perkembangan tersebut merupakan capaian yang patut disyukuri.

“UMPR terus berupaya memberikan kesempatan pendidikan kepada masyarakat secara terbuka tanpa membedakan latar belakang,” jelasnya menambahkan.

Keterbukaan tersebut ujarnya lebih dalam, juga tercermin dari keberagaman mahasiswa UMPR.

Sekitar 30 persen mahasiswa UMPR merupakan non-Muslim. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa lingkungan pendidikan UMPR terbuka bagi masyarakat dari berbagai latar belakang.

“UMPR terbuka untuk semua. Kita tidak melihat latar belakang agama, tetapi bagaimana memberikan pendidikan yang baik dan kesempatan yang sama kepada seluruh mahasiswa,” katanya menambahkan.

Prof Yusuf yang juga memiliki latar belakang sebagai wartawan mengaku senang dapat bersilaturahmi sekaligus menyampaikan perkembangan UMPR kepada jajaran wartawan yang tergabung dalam PWI Kalimantan Tengah.

Pertemuan tersebut diharapkan menjadi ruang untuk memperkuat komunikasi antara perguruan tinggi dan insan pers.

Sementara itu, Sekretaris PWI Kalteng, Ika Lelunu menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Rektor UMPR yang telah meluangkan waktu untuk bertemu dengan jajaran pengurus PWI Kalteng.

“Silaturahmi ini memiliki arti penting dalam memperkuat hubungan kelembagaan kedua pihak,” kata Ika.

Ika berharap komunikasi yang telah terbangun dapat dikembangkan menjadi kerja sama strategis antara UMPR dan PWI Kalteng, terutama dalam mendukung pengembangan sumber daya wartawan beserta anggota keluarganya.

“Kami berharap kerja sama kedua lembaga ini dapat semakin diperkuat sehingga mampu memberikan manfaat bagi wartawan dan masyarakat, sekaligus membantu pemerintah dalam membangun daerah agar semakin berkah dan maju,” tutup Ika. (sct)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *