PALANGKARAYA – Sebagai bentuk komitmen menjaga ketersediaan uang layak edar dengan jumlah memadai dan pecahan yang sesuai kebutuhan masyarakat selama Ramadan dan Idul Fitri 1447 Hijriah.
Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Kalimantan Tengah secara resmi meluncurkan program strategis Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idul Fitri (SERAMBI) 2026.
Program ini juga menjadi langkah nyata Bank Indonesia dalam menjamin kelancaran sistem pembayaran serta memberikan kenyamanan bertransaksi bagi masyarakat di Kalimantan Tengah.
Peluncuran SERAMBI 2026 menitikberatkan pada perluasan akses layanan penukaran uang rupiah, sehingga masyarakat dapat memperoleh uang layak edar secara mudah, aman, dan dekat dengan pusat aktivitas ekonomi.
BI Kalteng menjalin kerja sama strategis dengan jaringan ritel modern dan entitas usaha lokal seperti Indomaret, Alfamart, KPD Swalayan, dan Sendys untuk menghadirkan titik layanan penukaran uang yang lebih inklusif dan merata.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah, Yuliansah Andrias menegaskan bahwa program SERAMBI merupakan wujud komitmen Bank Indonesia dalam menghadirkan layanan kas yang optimal dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat, khususnya pada momentum Ramadan dan Idul Fitri yang identik dengan meningkatnya permintaan uang tunai.
“Ini adalah wujud dedikasi tanpa henti Bank Indonesia dalam menghadirkan service excellence di bidang layanan kas yang andal. Dalam pelaksanaannya, kami juga menginstruksikan perbankan di daerah untuk bersinergi secara solid dalam mengantisipasi dan mengelola lonjakan permintaan uang rupiah di tengah masyarakat Kalimantan Tengah,” ujar Yuliansah, Kamis (19/02/2026).
Selain memperluas layanan penukaran uang, Bank Indonesia Kalimantan Tengah juga meluncurkan program inovatif HAPAQAT atau Harmoni Amal Pembayaran QRIS Kalimantan Tengah.
Program ini merupakan kolaborasi dengan Pemerintah Kota Palangka Raya, PT Bank Kalteng, dan Baznas Kota Palangka Raya untuk mendorong digitalisasi pembayaran zakat, infak, dan sedekah berbasis QRIS.
Program HAPAQAT menargetkan digitalisasi Unit Pengumpul Zakat di seluruh instansi organisasi perangkat daerah di Kota Palangka Raya, guna memperkuat tata kelola dana umat yang transparan, akuntabel, dan modern.
Inisiatif ini juga menjadi bagian dari upaya mempercepat transformasi digital dalam sistem pembayaran sosial keagamaan.
Untuk memastikan jangkauan layanan semakin luas, Bank Indonesia juga mengoptimalkan layanan kas keliling terpadu dengan pendekatan jemput bola. Layanan ini dijadwalkan hadir di berbagai titik strategis, dimulai dari Pasar Kereng Pangi pada 2 Maret 2026, Pasar Wadai Mantikai pada 4 Maret, Pasar Wadai Yos Sudarso pada 10 Maret, hingga Pasar Wadai Masjid Kubah Kecubung pada 12 Maret 2026.
Dari sisi stabilitas ekonomi, Bank Indonesia Kalimantan Tengah turut bersinergi dengan Tim Pengendalian Inflasi Daerah dan Perum BULOG dalam pelaksanaan operasi pasar murah guna menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat menjelang Idul Fitri.
Operasi pasar tersebut dilaksanakan di sejumlah pasar tradisional, di antaranya Pasar Besar pada 20 Februari 2026, Pasar Kahayan pada 23 Februari, dan Pasar Rajawali pada 25 Februari 2026.
Upaya ini menjadi langkah strategis untuk mengendalikan inflasi, khususnya pada kelompok bahan pangan bergejolak, serta memastikan ketersediaan kebutuhan pokok masyarakat tetap terjaga selama periode Ramadan dan Idul Fitri.
Selain layanan kas dan stabilitas harga, Bank Indonesia Kalimantan Tengah juga memperkuat edukasi kepada masyarakat melalui kampanye Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah, perluasan akseptasi QRIS, serta program Perlindungan Konsumen.
Melalui edukasi ini, masyarakat diimbau untuk mengenali keaslian rupiah, memanfaatkan transaksi digital secara bijak, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kejahatan keuangan digital.
“Melalui SERAMBI 2026, kami ingin memastikan masyarakat dapat bertransaksi dengan aman, nyaman, dan efisien, sekaligus memperkuat ekosistem pembayaran yang inklusif, modern, dan terpercaya guna mendukung stabilitas ekonomi daerah selama Ramadan dan Idul Fitri,” tandas Yuliansah.
Disisi lain, Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin menyampaikan apresiasi atas langkah strategis Bank Indonesia melalui program SERAMBI dan HAPAQAT yang dinilai memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
“Pemerintah Kota Palangka Raya mendukung penuh langkah proaktif Bank Indonesia melalui program SERAMBI dan HAPAQAT. Kehadiran inisiatif ini tidak hanya menjawab kebutuhan masyarakat terhadap akses uang tunai menjelang hari raya,”
“tetapi juga memperkuat elektronifikasi pembayaran zakat melalui QRIS yang sejalan dengan visi mewujudkan tata kelola pemerintahan dan sosial yang transparan serta modern di Kota Palangka Raya,” tegas Fairid.(sct)


















