PALANGKARAYA – Universitas Palangka Raya (UPR) menegaskan komitmennya dalam mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu berperan sebagai agen perubahan pembangunan daerah.
Rektor UPR, Rektor UPR, Prof. Dr. Ir. Salampak, M.S., IPU dalam sambutannya menyampaikan bahwa Wisuda Program Pascasarjana dan Sarjana periode Desember 2025 ini merupakan momentum penting untuk meneguhkan peran lulusan sebagai insan intelektual yang memiliki tanggung jawab moral dan sosial dalam membangun Kalimantan Tengah dan Indonesia secara lebih luas.
“Wisuda bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal dari pengabdian dan pembelajaran sepanjang hayat. Kami berharap lulusan Universitas Palangka Raya dapat menjadi agen perubahan yang membawa nilai-nilai keilmuan, etika, dan kearifan lokal di tengah masyarakat,” ujar Rektor Universitas Palangka Raya (Selasa, 16/12/2025).
Prof. Salampak menekankan bahwa tantangan pembangunan daerah ke depan semakin kompleks, mulai dari isu lingkungan, pembangunan berkelanjutan, transformasi digital, hingga penguatan kualitas sumber daya manusia.
Dalam konteks tersebut, lulusan UPR diharapkan mampu hadir sebagai solusi dengan kompetensi yang dimiliki, sekaligus menjunjung tinggi integritas dan karakter.
Menurutnya, UPR memiliki tanggung jawab strategis sebagai perguruan tinggi negeri di Kalimantan Tengah untuk menyiapkan sumber daya manusia yang adaptif, inovatif, dan berdaya saing, tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya dan kearifan lokal yang menjadi identitas daerah.
Lebih lanjut, Rektor menyampaikan bahwa UPR terus memperkuat perannya melalui kolaborasi pentahelix yang melibatkan perguruan tinggi, pemerintah, dunia usaha dan industri, masyarakat, serta media.
Sinergi ini dinilai menjadi kunci untuk melahirkan inovasi yang mampu menjawab kebutuhan pembangunan daerah secara berkelanjutan dan berdampak nyata.
“Perguruan tinggi tidak bisa berjalan sendiri. Kolaborasi pentahelix menjadi fondasi penting agar riset, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat benar-benar memberikan manfaat bagi pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.
Dalam suasana Natal 2025 dan menjelang Tahun Baru 2026, wisuda ini juga menjadi ruang refleksi bagi seluruh civitas akademika UPR untuk menanamkan nilai-nilai kemanusiaan, kasih, kejujuran, dan pelayanan.
Pada kesempatan tersebut, Rektor UPR mengajak seluruh hadirin untuk mengheningkan cipta sebagai bentuk empati dan keprihatinan terhadap masyarakat yang terdampak bencana alam di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh.
Sementara itu, Ketua Ikatan Alumni Universitas Palangka Raya (ILUNI UPR) Drs. H. Nuryakin, M.Si menyampaikan bahwa lulusan UPR memiliki potensi besar untuk berkontribusi dalam berbagai sektor pembangunan, baik di tingkat daerah maupun nasional.
“Di tengah dinamika zaman yang terus berubah, lulusan UPR harus menjadi insan yang adaptif, inovatif, dan berkarakter. Jadilah pribadi yang mampu memberikan solusi atas berbagai tantangan di lingkungan tempat Saudara berkarya,” ujar Nuryakin.
Ia menegaskan pentingnya menjaga nilai-nilai keilmuan, integritas, dan etika dalam setiap peran yang dijalani oleh alumni.
Dirinya juga menekankan bahwa para lulusan harus memiliki rasa percaya diri dan kebanggaan sebagai alumni Universitas Palangka Raya. Menurutnya, lulusan UPR memiliki kualitas yang tidak kalah dengan lulusan perguruan tinggi negeri lainnya di Indonesia.
“Anda harus bangga dan percaya diri bahwa sebagai lulusan UPR, kita bisa bersaing dengan lulusan dari perguruan tinggi negeri lainnya. Yang terpenting adalah menjaga nama baik almamater dan terus berkontribusi bagi kemajuan Universitas Palangka Raya,” katanya menambahkan.
Dengan bertambahnya 621 lulusan baru pada periode wisuda Desember 2025 ini, Universitas Palangka Raya semakin memperkuat perannya dalam mencetak generasi unggul, profesional, dan berdaya saing.
Lulusan UPR diharapkan mampu menjadi motor penggerak pembangunan daerah, sekaligus membawa semangat perubahan yang berlandaskan ilmu pengetahuan, etika, dan kepedulian sosial.
“Lulusan Universitas Palangka Raya harus hadir sebagai agen perubahan yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat dan pembangunan daerah, dengan tetap menjunjung tinggi nilai keilmuan dan integritas,” tandas Nuryakin.(sct)







