PALANGKARAYA – Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah menghadirkan layanan kas keliling secara langsung di berbagai pasar Ramadan guna memastikan kebutuhan uang tunai masyarakat terpenuhi dengan optimal.
Program ini menjadi bagian dari SERAMBI 2026 yang dirancang untuk mendukung kelancaran transaksi masyarakat selama bulan suci Ramadan hingga Idul Fitri.
Kehadiran kas keliling di lokasi strategis seperti pasar Ramadan dinilai sangat efektif dalam menjangkau masyarakat secara langsung.
Pasar Ramadan merupakan pusat aktivitas ekonomi yang mengalami peningkatan transaksi secara signifikan, sehingga kebutuhan uang pecahan kecil juga meningkat tajam.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah, Yuliansah Andrias menjelaskan bahwa layanan ini menjadi strategi utama dalam memastikan distribusi uang layak edar berjalan optimal di seluruh wilayah Kalimantan Tengah.
“Kami mengadopsi pendekatan jemput bola melalui kas keliling agar masyarakat dapat mengakses layanan penukaran uang dengan lebih mudah, tanpa harus menghadapi antrean panjang atau keterbatasan akses,” ujarnya.
Pelaksanaan layanan kas keliling dimulai di Pasar Kereng Pangi dan dilanjutkan ke beberapa titik strategis lainnya yang menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat selama Ramadan.
Lokasi tersebut dipilih berdasarkan tingkat kebutuhan masyarakat dan intensitas transaksi ekonomi.
Melalui layanan ini, Bank Indonesia tidak hanya memastikan ketersediaan uang tunai, tetapi juga menjaga kualitas uang yang beredar di masyarakat.
Uang yang didistribusikan merupakan uang layak edar dengan kondisi fisik yang baik dan pecahan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Program ini juga bertujuan mendukung stabilitas sistem pembayaran nasional, khususnya selama periode Ramadan dan Idul Fitri yang dikenal sebagai periode dengan peningkatan permintaan uang tunai.
Selain itu, layanan kas keliling juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat mengenai pentingnya menjaga kualitas uang rupiah dan mengenali ciri keaslian uang.
Edukasi ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga uang rupiah.
Bank Indonesia optimistis bahwa layanan kas keliling akan memberikan dampak positif terhadap kelancaran aktivitas ekonomi masyarakat selama Ramadan.
Dengan kemudahan akses layanan penukaran uang, masyarakat dapat melakukan transaksi secara lebih lancar dan efisien.
“Layanan ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, khususnya dalam memastikan kebutuhan uang rupiah terpenuhi selama Ramadan dan Idul Fitri,” tutup Yuliansah.(sct)


















