Faridawaty Serap Aspirasi Warga Kelurahan Langkai

PALANGKARAYA – Melalui kegiatan Reses Perseorangan Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Tengah. Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Tengah, Faridawaty Darlan Atjeh menyerap berbagai aspirasi warga Kelurahan Langkai, Kota Palangka Raya.

Aspirasi yang disampaikan warga dalam kegiatan yang berlangsung di Cafe 99, Jalan Adonis Samad Nomor 99, Kota Palangka Raya tersebut mencakup kebutuhan sarana air bersih, pencegahan kebakaran, perbaikan jalan dan drainase, hingga penataan jalur hijau.

Masukan tersebut berasal dari perwakilan warga di sejumlah wilayah RT dan RW Kelurahan Langkai yang berharap kebutuhan dasar lingkungan dapat menjadi perhatian dalam pembangunan daerah.

Ketua RW 17 Langkai, Bambang menyampaikan kebutuhan sumur bor beserta mesin di sekitar dua titik kawasan Tugu Soekarno atau belakang PDAM.

Menurutnya, sumur yang tersedia telah berusia sekitar lima hingga enam tahun sehingga diperlukan perhatian terhadap keberlanjutan sarana air tersebut. Ia juga mengusulkan semenisasi Jalan S. Parman Gang Simponi dan Gang Patra.

“Selain kebutuhan sumur bor dan mesin, kami mengusulkan semenisasi Jalan S. Parman Gang Simponi dan Gang Patra. Drainase dekat Pasar PU yang tembus ke Gang Sepakat juga perlu diperbaiki agar aliran pembuangan kembali berjalan baik. Kami juga berharap ada kejelasan mengenai titik-titik jalur hijau, termasuk tapal batasnya,” kata Bambang, belum lama ini.

Baca Juga  Warga Langkai Keluhkan Minimnya Sarana Pencegahan Kebakaran

Warga RT 01/RW 08 Langkai, lainnya, Jamalun menyampaikan persoalan akses jalan titian di belakang Aline Foto yang mengalami kerusakan hingga terputus.

“Jalan titian di belakang Aline Foto sudah putus dan selama sekitar 10 tahun usulan ini kami sampaikan melalui musrenbang, tetapi belum mendapatkan bantuan. Untuk antisipasi kebakaran, kami juga belum memiliki sumur bor dan mesin sama sekali. Kebutuhannya sekitar tiga titik agar penanganan kebakaran di lingkungan dapat lebih cepat,” ujar Jamalun.

Ia mengatakan usulan tersebut telah disampaikan melalui musyawarah perencanaan pembangunan atau musrenbang selama sekitar 10 tahun, tetapi belum memperoleh bantuan. Selain perbaikan jalan titian, warga juga membutuhkan sumur bor beserta mesin untuk mengantisipasi kebakaran di tiga titik.

Ketua RT 05/RW 15 Jalan Perintis, Suprianto turut menyampaikan kondisi anggota Masyarakat Peduli Api (MPA) Kelurahan Langkai yang selama ini terlibat dalam pemadaman kebakaran.

Baca Juga  Faridawaty Terima Aspirasi Warga Panarung

“Kami berharap anggota MPA Kelurahan Langkai yang selama ini membantu pemadaman kebakaran mendapatkan dukungan yang layak. Saat melakukan pemadaman setiap hari, anggota masih menggunakan anggaran pribadi. Selain itu, kami mengusulkan pengaspalan jalan sekitar 200 meter ke arah Masjid Perintis Permai,” kata Suprianto.

Ia mengatakan kegiatan pemadaman setiap hari masih menggunakan anggaran pribadi anggota. Kondisi tersebut dinilai membutuhkan dukungan agar tugas pemadaman dapat dilakukan dengan sarana yang memadai.

Sementara itu, Ketua RT 01/RW 13 Langkai, Safi’i mengusulkan pembangunan sumur bor sebanyak dua titik di Gang Buntu. Kebutuhan tersebut dinilai penting sebagai bagian dari dukungan sarana lingkungan, khususnya dalam menghadapi kebutuhan air dan kondisi darurat kebakaran.

“Di Gang Buntu kami meminta pembangunan sumur bor sebanyak dua titik. Kami juga mengusulkan semenisasi Jalan Albanjari 1 RT Amilono Km 2,5 dengan panjang kurang lebih 300 meter. Harapannya, kebutuhan dasar dan akses lingkungan yang selama ini menjadi perhatian warga dapat ditindaklanjuti sesuai kewenangan dan kemampuan anggaran,” ujar Safi’i.

Ia juga menyampaikan usulan semenisasi Jalan Albanjari 1 RT Amilono Km 2,5 sepanjang kurang lebih 300 meter.

Baca Juga  Warga Panarung Sampaikan Aspirasi Infrastruktur dan Fasilitas Sosial

Beragam aspirasi tersebut menggambarkan kebutuhan warga yang bersentuhan langsung dengan aktivitas sehari-hari, mulai dari ketersediaan air, akses jalan, pengelolaan drainase, kesiapsiagaan menghadapi kebakaran, hingga kepastian batas jalur hijau.

Masukan warga juga mencerminkan kebutuhan pembangunan lingkungan yang diharapkan dapat dilakukan secara bertahap dan sesuai skala prioritas.

Dalam kegiatan reses tersebut, aspirasi warga menjadi bagian penting dalam penyampaian kebutuhan masyarakat kepada wakil rakyat.

Usulan yang disampaikan mencakup beberapa lingkungan di Kelurahan Langkai dengan persoalan yang berbeda, tetapi sama-sama berkaitan dengan pelayanan dasar dan kenyamanan masyarakat.

“Kami berharap seluruh usulan yang disampaikan dalam reses ini dapat menjadi perhatian dan ditindaklanjuti sesuai mekanisme pembangunan daerah, sehingga kebutuhan warga di lingkungan dapat memperoleh solusi secara bertahap,” tutup Safi’i.(sct)

Gambar Gravatar
+ posts