BI Tekankan Peran Media Jaga Stabilitas Ekonomi 

EKONOMI & BISNIS118 Dilihat

MALANG – Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Selatan, Aloysius Donanto H.W menegaskan pentingnya peran media dan akademisi dalam memperkuat pemahaman publik terhadap kondisi ekonomi nasional yang dinamis, khususnya terkait stabilitas nilai tukar rupiah.

Ia menjelaskan, persepsi publik terhadap nilai tukar rupiah yang fluktuatif terhadap dolar Amerika Serikat menjadi salah satu isu penting yang perlu disikapi secara bersama melalui pemahaman yang utuh dan komunikasi yang tepat.

“Kondisi ini tidak hanya bisa dijawab melalui kebijakan Bank Indonesia, tetapi juga membutuhkan pemahaman bersama dalam mendukung stabilitas nilai tukar rupiah pada periode ini dan ke depan,” ujar Aloysius Donanto dalam kegiatan Capacity Building Opinion Maker yang diselenggarakan BI di Malang, Rabu (06/05/2026).

Capacity Building Opinion Maker menjadi wadah strategis dalam meningkatkan kapasitas awak media, akademisi, dan stakeholder lainnya dalam membaca perkembangan ekonomi yang berdampak hingga ke wilayah Kalimantan.

Donanto menekankan, tantangan utama saat ini adalah bagaimana menyampaikan informasi ekonomi kepada masyarakat secara jelas dan komprehensif agar tidak menimbulkan persepsi yang keliru di tengah dinamika global.

Menurutnya, kolaborasi antara media dan akademisi menjadi sangat penting untuk menghasilkan komunikasi yang efektif dan mampu menjangkau masyarakat luas dengan baik.

“Melalui komunikasi yang kuat antara media dan akademisi, diharapkan informasi yang disampaikan dapat dipahami masyarakat secara utuh,” jelasnya.

Dirinya menambahkan bahwa transformasi ekonomi diharapkan dapat terus terjaga agar tetap unggul, inklusif, dan berkelanjutan di tengah ketidakpastian ekonomi global yang masih berlangsung.

Menurutnya, kondisi global saat ini menuntut semua pihak untuk mampu beradaptasi dan menjaga stabilitas ekonomi melalui peran masing-masing, termasuk dalam penyampaian informasi kepada publik.

“Tentunya kita harapkan bagaimana teman-teman media melihat melalui perspektif atau narasi secara menyeluruh terhadap fenomena yang terjadi saat ini,” katanya lebih dalam.

Ia menilai, media memiliki peran besar dalam menjaga stabilitas melalui penyampaian informasi yang akurat dan berimbang, sehingga dapat mendukung terciptanya iklim investasi yang kondusif.

Selain itu, penyusunan narasi yang jelas dan konstruktif terhadap kebijakan ekonomi dinilai penting agar masyarakat memiliki pemahaman yang baik di tengah berbagai dinamika yang terjadi.

Opinion maker, baik dari kalangan akademisi maupun media, memiliki peran strategis sebagai jembatan informasi antara pemerintah dan masyarakat.

“Kita sama-sama membangun narasi yang jelas terhadap kebijakan ekonomi sehingga dapat tersampaikan dengan baik kepada publik,” tandas Aloysius.(sct)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *