PT IFP Perkuat Monitoring Terhadap Serangan Hama Uret pada Tanaman Acacia Crassicarpa

FORESTRY10 Dilihat

KAPUAS – PT Industrial Forest Plantation (PT IFP) terus memperkuat sistem perlindungan tanaman melalui kegiatan monitoring kesehatan tanaman secara intensif.

Salah satu fokus pengawasan di lapangan adalah deteksi dini terhadap serangan hama uret pada tanaman Acacia crassicarpa, khususnya pada fase awal pertumbuhan yang masih rentan terhadap gangguan organisme pengganggu tanaman.

Monitoring dilakukan secara rutin oleh tim Plantation bersama tim Research & Development (R&D) melalui inspeksi langsung ke sejumlah blok tanaman.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya perusahaan menjaga kualitas tegakan sekaligus memastikan pertumbuhan tanaman berlangsung optimal sejak tahap awal penanaman.

Pemeriksaan difokuskan pada tanaman yang menunjukkan gejala pertumbuhan tidak normal, seperti daun menguning, tanaman layu, pertumbuhan terhambat, maupun tanaman yang mengalami kematian.

Tim kemudian melakukan penggalian di sekitar perakaran untuk memastikan penyebab gangguan sekaligus mengidentifikasi keberadaan larva uret yang hidup di dalam tanah.

Uret merupakan larva kumbang dari famili Scarabaeidae yang menyerang sistem perakaran tanaman. Hama tersebut memakan jaringan akar sehingga menghambat penyerapan air dan unsur hara.

Kondisi itu dapat menyebabkan tanaman melemah, pertumbuhan terganggu, bahkan berpotensi mati apabila tidak segera ditangani. Sebagai langkah antisipasi, PT IFP menerapkan sistem respons cepat terhadap setiap indikasi serangan hama.

Setiap laporan maupun temuan di lapangan langsung ditindaklanjuti melalui pemeriksaan menyeluruh untuk mengetahui tingkat serangan, luas penyebaran, serta faktor-faktor yang memengaruhi perkembangan hama di kawasan tanaman.

Pendekatan tersebut memungkinkan perusahaan mengambil langkah pengendalian secara cepat sehingga serangan tidak meluas ke tanaman di sekitarnya. Proses identifikasi juga menjadi dasar dalam menentukan metode penanganan yang sesuai dengan kondisi lapangan.

Apabila ditemukan tanaman yang telah terserang uret, tim segera melaksanakan langkah penanggulangan sesuai standar operasional perusahaan.

Penanganan dilakukan dengan mengendalikan sumber serangan, membersihkan area terdampak, serta melakukan evaluasi terhadap kondisi lingkungan sekitar guna mencegah penyebaran hama lebih lanjut.

Selain itu, tanaman yang mengalami kerusakan berat atau tidak dapat dipulihkan segera dilakukan penyulaman menggunakan bibit baru yang sehat dan berkualitas.

Langkah tersebut bertujuan menjaga kerapatan tanaman, mempertahankan keseragaman pertumbuhan tegakan, serta mendukung pencapaian target produktivitas hutan tanaman industri.

Di samping tindakan korektif, PT IFP juga mengedepankan langkah preventif melalui pemantauan berkala, pencatatan seluruh hasil monitoring, evaluasi tren serangan hama, serta peningkatan kapasitas petugas lapangan dalam mengenali gejala awal serangan.

Seluruh data monitoring dimanfaatkan sebagai dasar penyusunan strategi pengendalian yang lebih efektif dan berkelanjutan.

Upaya tersebut merupakan implementasi Integrated Pest Management (IPM) atau Pengendalian Hama Terpadu yang mengutamakan deteksi dini, pencegahan, monitoring berkelanjutan, serta penggunaan metode pengendalian yang efektif dan ramah lingkungan sebelum pestisida menjadi pilihan terakhir.

Melalui sistem monitoring yang cepat, penanganan yang terukur, serta penyulaman terhadap tanaman terdampak, PT IFP berkomitmen menjaga kesehatan tanaman Acacia crassicarpa, mempertahankan produktivitas hutan tanaman, serta mendukung pengelolaan hutan yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan. (sct)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *