Gemba PT IFP Tingkatkan Kompetensi Pemupukan Tanaman Acacia Crassicarpa 

FORESTRY30 Dilihat

KAPUAS – PT Industrial Forest Plantation (PT IFP) kembali menyelenggarakan kegiatan Gemba di Departemen Plantation sebagai bagian dari program peningkatan kompetensi karyawan sekaligus memperkuat budaya belajar di lingkungan kerja.

Kali ini, kegiatan difokuskan pada pengenalan jenis pupuk, kandungan unsur hara, manfaat, dosis, hingga teknik aplikasi pemupukan pada tanaman Acacia crassicarpa guna mendukung produktivitas tanaman secara berkelanjutan.

Sebagai perusahaan yang mengedepankan pengelolaan hutan tanaman secara berkelanjutan, PT IFP memandang keberhasilan pertumbuhan Acacia Crassicarpa tidak hanya ditentukan oleh kualitas bibit dan kondisi lahan, tetapi juga bergantung pada pemahaman setiap pekerja terhadap tahapan silvikultur, termasuk kegiatan pemupukan yang dilakukan sesuai standar operasional perusahaan.

Melalui kegiatan tersebut, setiap karyawan yang terlibat dalam operasional plantation dibekali pengetahuan mengenai karakteristik berbagai jenis pupuk sehingga mampu mengaplikasikannya secara tepat, efektif, dan sesuai kebutuhan tanaman.

Peningkatan kompetensi ini diharapkan mampu mendukung tercapainya produktivitas hutan tanaman yang optimal. Kegiatan Gemba dilaksanakan secara langsung di lapangan dengan pendekatan diskusi interaktif antara supervisor, mandor, dan karyawan.

Para peserta diperkenalkan dengan berbagai jenis pupuk yang digunakan dalam pemeliharaan tanaman Acacia Crassicarpa, mulai dari bentuk fisik, kandungan unsur hara, fungsi bagi tanaman, hingga teknik penyimpanan dan aplikasi yang benar.

Salah satu materi yang diberikan membahas penggunaan TSP (Triple Super Phosphate) yang mengandung sekitar 46 persen fosfat (P₂O₅).

Unsur fosfor merupakan hara makro yang berperan penting dalam pembentukan dan perkembangan sistem perakaran, mempercepat pertumbuhan tanaman muda, serta mendukung proses transfer energi di dalam sel tanaman.

Perakaran yang berkembang dengan baik akan meningkatkan kemampuan tanaman menyerap air dan unsur hara dari dalam tanah.

Peserta juga mendapatkan materi mengenai MOP (Muriate of Potash) atau kalium klorida yang mengandung sekitar 60 persen kalium (K₂O).

Unsur kalium berfungsi memperkuat jaringan tanaman, meningkatkan efisiensi penggunaan air, membantu proses fotosintesis, serta meningkatkan ketahanan tanaman terhadap kekeringan, serangan hama, maupun penyakit.

Dengan kecukupan kalium, tanaman Acacia Crassicarpa diharapkan mampu tumbuh lebih kokoh dan memiliki daya adaptasi yang lebih baik terhadap perubahan kondisi lingkungan.

Selain itu, peserta mempelajari manfaat pupuk ZA (Ammonium Sulfat) yang mengandung sekitar 21 persen nitrogen (N) dan 24 persen sulfur (S).

Nitrogen berperan dalam pembentukan daun, batang, dan pertumbuhan vegetatif tanaman, sedangkan sulfur membantu proses pembentukan protein, enzim, serta meningkatkan efisiensi penyerapan unsur hara lainnya.

Kombinasi kedua unsur tersebut menjadikan ZA sebagai salah satu pupuk penting dalam mendukung pertumbuhan awal tanaman.

Tidak hanya membahas karakteristik dan fungsi pupuk, kegiatan Gemba juga memberikan pemahaman mengenai pentingnya ketepatan dosis sesuai rekomendasi teknis perusahaan.

Pemberian pupuk yang terlalu sedikit dapat menghambat pertumbuhan tanaman, sedangkan dosis yang berlebihan berpotensi menurunkan efisiensi penggunaan pupuk, meningkatkan biaya operasional, serta memberikan dampak terhadap kondisi lingkungan.

Peserta juga memperoleh pembelajaran mengenai teknik aplikasi pupuk yang benar, mulai dari penentuan waktu pemupukan, penempatan pupuk pada area perakaran aktif, hingga penerapan aspek keselamatan kerja selama proses pemupukan.

Melalui praktik langsung di lapangan, setiap peserta memahami bahwa keberhasilan pemupukan tidak hanya ditentukan oleh jenis pupuk yang digunakan, tetapi juga oleh ketepatan cara aplikasinya.

Melalui diskusi dan praktik lapangan, kegiatan Gemba menjadi sarana pembelajaran yang efektif karena memberikan ruang bagi karyawan untuk bertanya, berbagi pengalaman, serta menyamakan pemahaman terhadap standar operasional perusahaan.

PT IFP meyakini bahwa peningkatan kapasitas sumber daya manusia merupakan investasi jangka panjang dalam mendukung produktivitas perusahaan.

Melalui pelaksanaan Gemba secara berkelanjutan, perusahaan terus membangun budaya belajar, meningkatkan kompetensi teknis karyawan, serta memastikan setiap kegiatan operasional dilaksanakan berdasarkan prinsip tepat jenis, tepat dosis, tepat waktu, tepat cara, dan tepat sasaran sehingga pertumbuhan Acacia Crassicarpa tetap optimal serta praktik pengelolaan hutan tanaman berkelanjutan dapat terus diwujudkan.(sct)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *