PALANGKARAYA – Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Kalimantan Tengah menilai stabilitas sektor jasa keuangan di daerah tetap terjaga di tengah meningkatnya dinamika perekonomian global yang terus berkembang.
Kondisi tersebut menjadi fondasi penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah yang berkualitas, merata, dan berkelanjutan, sekaligus menjaga kesinambungan aktivitas ekonomi masyarakat.
Kepala OJK Provinsi Kalimantan Tengah, Primandanu Febriyan Aziz menegaskan bahwa sektor jasa keuangan yang stabil, inklusif, aman, dan tepercaya merupakan elemen utama dalam memperkuat ketahanan ekonomi daerah di berbagai situasi.
“Stabilitas sektor jasa keuangan menjadi fondasi utama dalam memperkuat ketahanan ekonomi daerah, sehingga mampu menjaga kesinambungan aktivitas ekonomi di tengah dinamika yang berkembang,” ujar Primandanu, Selasa (31/03/2026).
Menurut Primandanu, penguatan ekosistem keuangan yang terintegrasi dan berkelanjutan menjadi langkah strategis untuk memastikan sistem keuangan daerah tetap resilien serta mampu mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Hal tersebut dilakukan dengan memperkuat berbagai aspek, mulai dari stabilitas lembaga jasa keuangan hingga peningkatan akses masyarakat terhadap layanan keuangan yang inklusif.
Dalam upaya tersebut lanjutnya menambahkan, OJK Kalteng terus memperkuat sinergi dan kolaborasi dengan lembaga jasa keuangan, pemerintah daerah, serta seluruh pemangku kepentingan terkait.
Kolaborasi ini diarahkan untuk memperluas akses layanan keuangan yang mudah dijangkau, terjangkau, serta sesuai dengan kebutuhan masyarakat di berbagai wilayah, termasuk daerah terpencil.
Melalui berbagai program strategis, OJK berkomitmen menjaga stabilitas sektor jasa keuangan sekaligus meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat secara berkelanjutan.
Upaya tersebut diharapkan dapat mempercepat akses keuangan di daerah, sehingga masyarakat memiliki kesempatan yang lebih luas dalam memanfaatkan layanan keuangan formal.
Selain itu, penguatan literasi keuangan dinilai penting untuk meningkatkan pemahaman masyarakat dalam mengelola keuangan secara bijak serta menghindari risiko yang dapat merugikan.
Dengan langkah-langkah tersebut, OJK optimistis kepercayaan masyarakat terhadap sektor jasa keuangan akan terus meningkat seiring dengan penguatan sistem yang semakin adaptif dan responsif terhadap perkembangan ekonomi.
“Melalui penguatan sinergi dan program strategis yang berkelanjutan, sektor jasa keuangan diharapkan dapat terus menjadi pilar utama dalam mendukung pembangunan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan,” tandasnya.(sct)


















