KAPUAS – PT Industrial Forest Plantation (PT IFP) menegaskan komitmennya mengedepankan pendekatan berbasis ilmiah dalam setiap langkah pengembangan usaha sebagai upaya menjawab tantangan perubahan iklim, kebutuhan industri, serta tuntutan keberlanjutan global di sektor kehutanan tanaman industri.
Pendekatan tersebut ditempuh melalui kolaborasi dengan peneliti, akademisi, dan lembaga riset guna menghadirkan inovasi pengelolaan hutan yang bertanggung jawab sekaligus berorientasi pada keberlanjutan lingkungan.
Pimpinan PT Industrial Forest Plantation, Edyah Zaid menyampaikan bahwa sebagai perusahaan yang bergerak di sektor kehutanan tanaman industri, PT IFP menyadari pengelolaan hutan berkelanjutan membutuhkan dukungan data, riset, serta analisis ilmiah yang akurat.
“Kami telah memiliki departemen Research and Development (R&D) namun tentu masih memiliki beberapa kekurangan. Oleh karena itu, perusahaan secara aktif melibatkan peneliti kehutanan dan lingkungan, akademisi dari berbagai perguruan tinggi, konsultan independen dan lembaga riset, serta praktisi teknologi dan inovasi berkelanjutan,” kata Edyah, Kamis (06/03/2026).
Ia menjelaskan, kolaborasi tersebut mencakup berbagai bidang penelitian, mulai dari peningkatan produktivitas tanaman, konservasi keanekaragaman hayati, pengelolaan tanah dan air, hingga upaya mitigasi emisi karbon dalam operasional perusahaan.
Menurut Edyah, penerapan pendekatan berbasis ilmiah menjadi bagian penting dalam memastikan setiap kebijakan perusahaan didukung kajian akademis dan analisis lingkungan yang komprehensif.
Dalam implementasinya, PT IFP menerapkan perencanaan berbasis data dengan memanfaatkan hasil kajian ilmiah, pemetaan spasial, serta analisis dampak lingkungan sebagai dasar pengambilan keputusan strategis perusahaan.
Selain itu, inovasi di bidang silvikultur dan teknologi operasional juga melalui tahap uji coba dan validasi lapangan secara sistematis sebelum diterapkan secara luas di area operasional perusahaan.
Perusahaan juga menjalankan sistem monitoring dan evaluasi secara berkala melalui indikator ilmiah untuk memastikan seluruh program pengelolaan hutan berjalan sesuai prinsip keberlanjutan.
Di sisi lain, hasil penelitian dan pengembangan yang dilakukan didokumentasikan secara transparan sehingga dapat menjadi referensi dalam peningkatan praktik pengelolaan hutan yang lebih baik di masa mendatang.
Melalui sinergi antara dunia industri dan dunia akademik, PT IFP berupaya menghadirkan berbagai terobosan, di antaranya peningkatan produktivitas tanaman tanpa merusak ekosistem, pemanfaatan teknologi digital untuk monitoring hutan, pengurangan jejak karbon operasional, serta rehabilitasi dan konservasi kawasan bernilai konservasi tinggi.
“Pendekatan berbasis ilmiah bukan sekadar strategi, tetapi telah menjadi budaya kerja perusahaan dalam setiap proses pengembangan, sehingga keseimbangan antara produktivitas dan kelestarian lingkungan dapat terus terjaga,” tandas Edyah. (Red/Sct)


















