PT IFP Perkuat Komitmen Jaga Lingkungan Berkelanjutan

FORESTRY87 Dilihat

KAPUAS – PT Industrial Forest Plantation (IFP) menegaskan komitmennya dalam menjaga kualitas lingkungan melalui pengelolaan terpadu terhadap udara, air, dan tanah sebagai bagian dari keberlanjutan operasional Hutan Tanaman Industri (HTI).

Upaya ini dilakukan secara sistematis berbasis dokumen lingkungan dan pemantauan berkala. Perusahaan menyusun pengelolaan lingkungan dimulai dari dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) yang mencakup Kerangka Acuan (KA) dan Analisis Dampak Lingkungan (ANDAL).

Selanjutnya, hasil kajian tersebut diturunkan dalam Rencana Kelola Lingkungan (RKL) dan Rencana Pantau Lingkungan (RPL) guna memastikan setiap potensi dampak dapat dimitigasi secara efektif.

“Melalui penerapan RKL dan RPL, kami memastikan operasional perusahaan berjalan selaras dengan alam, dengan pemantauan yang dilakukan secara disiplin dan periodik,” ungkap manajemen PT IFP.

Lebih lanjut, perusahaan menekankan pentingnya konsistensi data monitoring, frekuensi sampling, serta kesesuaian parameter dengan dokumen lingkungan sebagai kunci keberhasilan pengelolaan lingkungan.

Untuk itu, PT IFP menggandeng laboratorium terakreditasi, PT Global Environmental Laboratory (GEL) Samarinda, guna memastikan validitas hasil pengujian.

Pemantauan lingkungan yang dilakukan mencakup berbagai aspek, mulai dari kualitas perairan seperti air permukaan dan ketersediaan air bersih, indikator biologis berupa biota air serta perlindungan flora dan fauna, hingga kualitas fisik dan udara termasuk emisi gas, kebisingan, dan kondisi tanah.

Seluruh hasil pemantauan tersebut dilaporkan secara transparan melalui Sistem Pelaporan Elektronik Lingkungan Hidup (SIMPEL) milik Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Digitalisasi laporan ini dinilai mampu meningkatkan akurasi pengawasan sekaligus menjadi bukti kepatuhan terhadap baku mutu lingkungan.

“Melalui pendekatan berbasis data dan kepatuhan terhadap dokumen lingkungan, kami ingin membuktikan bahwa industri kehutanan dapat berjalan berdampingan dengan kelestarian alam,” tegasnya.

Komitmen ini diharapkan mampu memperkuat praktik pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan serta memberikan kontribusi nyata bagi pelestarian ekosistem di wilayah operasional perusahaan.(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *