PT IFP Optimis Tingkatkan Nilai Ekonomi Hutan Tanaman Industri

FORESTRY6 Dilihat

KAPUAS – PT Industrial Forest Plantation (PT IFP) optimis tinggi terhadap peningkatan produksi dan nilai ekonomi hutan tanaman industri, seiring konsistensi perusahaan dalam menerapkan pengelolaan penanaman Acacia crassicarpa yang berkualitas dan berkelanjutan memasuki tahun 2026.

Optimisme ini didukung oleh penerapan prinsip silvikultur yang baik, penggunaan bibit unggul, serta sistem penanaman dan perawatan yang terencana.

Manager Estate PT Industrial Forest Plantation, Yoksan Rinto S. menyampaikan bahwa kualitas tanaman menjadi fondasi utama dalam mendorong produktivitas dan nilai ekonomi hutan tanaman.

“Dengan penerapan standar penanaman yang konsisten dan penggunaan bibit unggul, kami optimistis dapat menghasilkan tegakan Acacia crassicarpa yang berkualitas tinggi dan bernilai ekonomi,” ujar Yoksan, Senin (05/01/2026).

Menurutnya, keberhasilan produksi tidak hanya diukur dari luasan tanam, tetapi dari kemampuan tanaman tumbuh sehat, seragam, dan memiliki potensi hasil yang optimal.

Ia menjelaskan, pada tahun 2026 PT IFP berkomitmen penuh menyediakan bibit yang berasal dari sumber benih terpilih dan melalui proses pembibitan yang terkontrol.

Bibit tersebut dipastikan memiliki pertumbuhan yang seragam dan ketahanan yang baik terhadap kondisi lapangan, sehingga risiko kegagalan tanam dapat ditekan sejak tahap awal.

Hal ini diyakini akan berdampak langsung pada peningkatan produktivitas hutan tanaman.

Selain kualitas bibit, PT IFP juga menerapkan sistem penanaman yang tertata dan berbasis perencanaan teknis.

Setiap tahapan, mulai dari persiapan lahan hingga pengaturan jarak tanam, dilakukan secara terukur untuk mendukung pertumbuhan tanaman yang optimal.

Keteraturan ini dinilai mampu meningkatkan efisiensi pengelolaan serta mendukung hasil produksi yang lebih stabil dan berkelanjutan.

“Penanaman yang terencana memudahkan kami dalam melakukan pemeliharaan dan monitoring. Dengan demikian, potensi pertumbuhan tanaman dapat dimaksimalkan, sekaligus menjaga kualitas tegakan hingga masa panen,” kata Yoksan menambahkan.

PT IFP juga secara konsisten melaksanakan perawatan dan monitoring rutin pascatanam.

Kegiatan ini meliputi pengendalian gulma, pemupukan sesuai kebutuhan tanaman, serta pengendalian hama dan penyakit secara terpadu.

Monitoring dilakukan untuk mengevaluasi tingkat keberhasilan tanam dan kesehatan tegakan, sehingga setiap potensi masalah dapat ditangani secara cepat dan tepat.

Menurut Yoksan, perawatan yang berkesinambungan menjadi faktor penting dalam menjaga produktivitas hutan tanaman.

Dengan kondisi tanaman yang sehat, nilai ekonomi yang dihasilkan diharapkan semakin optimal, sejalan dengan target perusahaan dalam mendukung keberlanjutan operasional jangka panjang.

“Melalui pengelolaan yang konsisten dan bertanggung jawab, kami optimistis hutan tanaman yang dikelola PT IFP tidak hanya memberikan kontribusi ekonomi bagi perusahaan, tetapi juga mendukung pengelolaan hutan tanaman industri yang berkelanjutan,” tutup Yoksan.(sct)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *