ORDIK Pascasarjana UPR Bentuk Intelektual Profesional, Berintegritas dan Visioner

AKADEMIKA44 Dilihat

PALANGKARAYA – Pascasarjana Universitas Palangka Raya (UPR) membekali mahasiswa baru dengan budaya akademik, integritas, dan kemampuan berpikir kritis melalui Orientasi Akademik (ORDIK) Program Pascasarjana Tahun Akademik 2026/2027.

Kegiatan yang mengusung tema “Membangun Intelektual Pascasarjana yang Profesional, Berintegritas dan Visioner Menuju Indonesia Emas 2045” tersebut diikuti 84 mahasiswa baru, terdiri atas 18 mahasiswa program doktor (S3), 39 mahasiswa magister reguler (S2), dan 27 mahasiswa magister melalui program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL).

Direktur Pascasarjana UPR yang diwakili Wakil Direktur Bidang Akademik, Kemahasiswaan dan Alumni, Prof. Dr. Petrus Poerwadi, M.S mengatakan, ORDIK menjadi momentum awal bagi mahasiswa untuk memahami karakter pendidikan Pascasarjana sekaligus membangun sikap akademik sebagai fondasi selama menempuh studi.

“Pendidikan Pascasarjana tidak sekadar melanjutkan jenjang pendidikan, tetapi merupakan proses pembentukan intelektual,”

“Mahasiswa dituntut mampu berpikir kritis, memahami persoalan secara mendalam, serta menghasilkan gagasan dan solusi yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat,” kata Prof. Petrus, Sabtu (15/08/2026).

Menurutnya, ORDIK bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi bagian penting untuk membangun budaya akademik dan academic attitude mahasiswa.

Ia menekankan tiga karakter utama yang perlu dibangun mahasiswa Pascasarjana, yakni profesional, berintegritas, dan visioner.

Ketiga karakter tersebut menjadi bekal penting agar mahasiswa tidak hanya memiliki kompetensi sesuai bidang keilmuan, tetapi juga mampu bertanggung jawab atas pengetahuan dan karya akademik yang dihasilkan.

Mahasiswa juga didorong membangun relasi yang baik dengan dosen dan sesama mahasiswa.

Jejaring akademik dinilai penting untuk mendukung proses pembelajaran, memperluas wawasan, serta membuka ruang kolaborasi dalam pengembangan ilmu pengetahuan.

“Pendidikan Pascasarjana adalah perjalanan intelektual untuk terus belajar, mempertanyakan, memahami, dan mengembangkan pengetahuan, sekaligus membangun pribadi yang beretika dan bertanggung jawab,” pungkasnya.

Sementara itu, Rektor UPR, Prof. Dr. Ir. Salampak, M.S., IPU., ASEAN Eng menekankan bahwa pendidikan Pascasarjana harus mampu mengubah pola pikir dan cara pandang mahasiswa dalam memahami berbagai persoalan.

“Suatu persoalan dapat dipahami secara berbeda berdasarkan persepsi dan sudut pandang yang digunakan,”

“Karena itu, mahasiswa Pascasarjana perlu mengembangkan kemampuan bernalar dan membangun cara berpikir kritis agar mampu melihat persoalan secara lebih luas dan mendalam,” kata Prof. Salampak.

Rektor juga mengingatkan bahwa setiap orang memiliki kecerdasan sesuai bidang keahliannya dan tidak mungkin menguasai seluruh bidang ilmu.

Karena itu lanjutnya lebih dalam lagi, mahasiswa perlu terus belajar dan mengembangkan keilmuan sesuai kompetensi masing-masing.

Dalam proses memahami ilmu pengetahuan, mahasiswa juga diingatkan agar tidak hanya mengandalkan kemampuan menghafal.

Kemampuan menggunakan nalar menjadi bagian penting dalam proses akademik, terutama pada jenjang Pascasarjana yang menuntut kedalaman analisis dan kemampuan menghasilkan pemikiran baru.

Selain kecerdasan akademik, mahasiswa juga diharapkan memiliki simpati dan empati serta menjunjung tinggi integritas akademik.

Sikap tersebut menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari tanggung jawab mahasiswa dalam menghasilkan karya ilmiah.

Integritas akademik juga menuntut mahasiswa menghindari praktik plagiarisme. Karya ilmiah yang dihasilkan harus memiliki tanggung jawab akademik dan dapat dipertanggungjawabkan secara keilmuan maupun kepada publik.

ORDIK Pascasarjana UPR juga menghadirkan sejumlah narasumber untuk memperkaya pemahaman mahasiswa baru.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah, Dr. M. Reza Prabowo, S.IP., M.P.A., menyampaikan materi “Mengembangkan Kecakapan Akademis (Know-How) serta Standar Kerja Keilmuan Tingkat Lanjut.”

Sementara itu, Dr. Merty Ilona, S.P., M.Si., membawakan materi “Menanamkan Nilai Moral, Etika Keilmuan dan Pertanggungjawaban Publik atas Karya Ilmiah yang Dihasilkan.”

Materi tersebut memperkuat pemahaman mahasiswa mengenai pentingnya etika dan tanggung jawab dalam proses pengembangan ilmu pengetahuan.

Melalui ORDIK, mahasiswa baru Pascasarjana UPR diharapkan mampu menjalani proses pendidikan dengan kemampuan akademik yang kuat sekaligus memiliki karakter profesional, berintegritas, dan visioner.

Mahasiswa juga diharapkan mampu membangun jejaring, mengembangkan kolaborasi, serta menghasilkan karya yang memberikan manfaat bagi masyarakat.(sct)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *