PALANGKARAYA – Anggota DPRD Kalimantan Tengah, Purdiono mengingatkan masyarakat mengenai bahaya meningkatnya iklan judi online yang kini marak muncul di berbagai platform digital dan media sosial yang banyak diakses anak-anak serta remaja.
“Sekarang iklan judi online bisa muncul di aplikasi sehari-hari, bahkan di platform hiburan yang sering dipakai anak-anak. Ini kondisi yang memprihatinkan,” ujarnya belum lama ini.
Menurutnya, kemudahan akses terhadap konten judi online menjadi ancaman serius yang dapat memengaruhi pola pikir dan perilaku generasi muda apabila tidak diawasi dengan baik.
Purdiono menilai, paparan konten perjudian sejak usia dini dapat memberikan dampak negatif terhadap perkembangan mental anak dan berpotensi menimbulkan perilaku adiktif di kemudian hari.
Karena itu, ia menegaskan pentingnya keterlibatan orang tua dalam mendampingi serta mengawasi aktivitas daring anak agar tidak mudah terpengaruh oleh konten yang merugikan.
“Orang tua harus aktif mengontrol dan mengedukasi anak tentang risiko judi online. Tanpa pengawasan, anak-anak bisa dengan mudah terjerumus,” tegasnya.
Selain pengawasan dari keluarga, ia juga mendorong pemerintah dan lembaga terkait untuk mengambil langkah lebih tegas dalam membatasi penyebaran iklan judi online di ruang digital.
Menurutnya, penguatan pengawasan terhadap platform digital dan media sosial sangat diperlukan agar konten bermuatan perjudian tidak mudah diakses masyarakat, khususnya anak-anak dan remaja.
Purdiono juga menilai edukasi literasi digital perlu terus diperkuat guna meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai risiko dan dampak negatif judi online.
Ia mengatakan, masyarakat perlu diberikan pemahaman agar lebih bijak dalam menggunakan media digital dan mampu mengenali konten-konten yang berpotensi membahayakan.
Selain itu, kerja sama lintas sektor dinilai penting untuk menciptakan ruang digital yang lebih aman dan sehat bagi generasi muda di Kalimantan Tengah.
Menurutnya, perlindungan terhadap anak dari pengaruh negatif dunia digital bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh elemen masyarakat.
“Kita semua punya tanggung jawab melindungi generasi muda dari ancaman ini. Pemerintah, orang tua, dan masyarakat harus bergerak bersama,” tandas Purdiono. (Red)


















