PALANGKARAYA – Universitas Palangka Raya (UPR) terus memperkuat jejaring akademik internasional melalui partisipasi dalam Sakura Science Program yang dilaksanakan di Universitas Kitakyushu, Jepang, pada tanggal 1 Februari sampai dengan 7 Februari 2026.
Program ini menjadi bagian strategis dalam implementasi kerja sama pendidikan, penelitian, dan inovasi berbasis kolaborasi global yang melibatkan mahasiswa, dosen, serta pimpinan universitas.
Kegiatan tersebut diikuti tujuh mahasiswa dari berbagai fakultas di UPR yang berpartisipasi dalam perkuliahan tematik, kunjungan laboratorium, diskusi ilmiah, serta presentasi poster penelitian.
Program ini juga diikuti mahasiswa dari Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga, Institut Teknologi Bandung, dan Universitas Tarumanagara Jakarta, sehingga memperkuat sinergi perguruan tinggi Indonesia dalam jejaring akademik internasional.
Pendampingan Delegasi mahasiswa UPR oleh dua dosen, yakni Dr. Kitso Kusin dan Dr. Ir. Adi Jaya, M.Si ini tidak hanya memastikan kelancaran kegiatan akademik mahasiswa, tetapi juga membuka peluang diskusi strategis terkait pengembangan kolaborasi riset dan penguatan kerja sama kelembagaan dengan Universitas Kitakyushu.
“Berdasarkan hasil evaluasi dari pihak Universitas Kitakyushu, pelaksanaan Sakura Science Program dinilai berjalan sangat baik dan memperoleh apresiasi karena melibatkan empat universitas di Indonesia, termasuk Universitas Palangka Raya,”
“Program ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mempelajari perkembangan teknologi lingkungan, sistem penelitian modern, serta budaya akademik internasional, sehingga mampu meningkatkan kompetensi, memperluas wawasan global, dan menumbuhkan semangat kolaborasi lintas negara,” ujar Adi Jaya belum lama ini.
Selain partisipasi mahasiswa, kunjungan tersebut juga dihadiri langsung Rektor UPR, Prof. Dr. Ir. Salampak, M.S bersama Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UPR, Dr. Ir. Evi Veronica Pahu, M.S.
Kehadiran Rektor UPR, Prof. Dr. Ir. Salampak, M.S tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat hubungan kelembagaan dan memastikan keberlanjutan kerja sama internasional.
Delegasi UPR disambut Presiden Universitas Kitakyushu Masato Yanai. Kedua pimpinan universitas menyampaikan apresiasi atas kerja sama yang telah terjalin serta komitmen untuk mengembangkan kolaborasi yang lebih luas dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat secara berkelanjutan.
Ketua LPPM UPR, Dr. Ir. Evi Veronica Pahu, M.S, menyampaikan bahwa kunjungan ini menghasilkan sejumlah kesepakatan strategis yang akan memperkuat kerja sama kedua institusi dalam jangka panjang.
“Kunjungan ini menghasilkan sejumlah kesepakatan penting terkait keberlanjutan Sakura Science Program, pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata Internasional, serta penguatan pertukaran staf pengajar dan peneliti antar kedua institusi,”
“sehingga diharapkan mampu meningkatkan kualitas pembelajaran berbasis pengalaman internasional sekaligus memperkuat kapasitas riset bersama,” jelas Evi Veronica.
Momentum kerja sama tersebut juga ditandai dengan penandatanganan perjanjian kolaborasi antara Unit Penunjang Akademik Pengelolaan Lahan Gambut Universitas Palangka Raya atau CIMTROP yang diwakili Dr. Ir. Adi Jaya, M.Si dengan Department of Life Science and Biotechnology, Faculty of Environmental Engineering, Universitas Kitakyushu.
Penandatanganan kerja sama ini menjadi tonggak penting dalam penguatan riset internasional, khususnya dalam bidang ekologi gambut tropika, pengelolaan lingkungan berkelanjutan, serta pengembangan publikasi ilmiah bersama.
Kolaborasi tersebut direncanakan mencakup penelitian bersama terkait dinamika ekosistem gambut, pengembangan teknologi pemantauan lingkungan, serta pertukaran peneliti dan mahasiswa.
Melalui kerja sama ini, diharapkan UPR semakin memperkuat perannya sebagai pusat unggulan penelitian gambut tropika, tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga di kawasan Asia Tenggara.
Program ini juga diharapkan mampu meningkatkan jumlah publikasi ilmiah bereputasi internasional serta memperluas kontribusi akademisi dalam menjawab tantangan lingkungan global.
Partisipasi aktif UPR dalam Sakura Science Program sekaligus menegaskan komitmen institusi dalam mendukung internasionalisasi perguruan tinggi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta penguatan riset yang relevan dengan kebutuhan pembangunan berkelanjutan.
“Melalui kerja sama ini, kami berharap kolaborasi internasional dapat terus berkembang menjadi kemitraan strategis jangka panjang yang memberikan manfaat nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan,”
“peningkatan kualitas pendidikan tinggi, serta kontribusi terhadap penyelesaian isu lingkungan global, khususnya pengelolaan ekosistem gambut secara berkelanjutan,” tandas Adi.(sct)


















