UPR Terima Bantuan Tanggap Bencana dari BRI

AKADEMIKA70 Dilihat

PALANGKARAYA – Kabut asap dan tingginya intensitas Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang melanda Kota Palangka Raya kian mengkhawatirkan.

Di tengah kondisi tersebut, Bank Rakyat Indonesia (BRI) mengambil langkah nyata dengan menyalurkan bantuan tanggap bencana kepada Universitas Palangka Raya (UPR).

Bantuan tersebut ditujukan untuk mendukung perlindungan kesehatan para pejuang lapangan, akademisi, serta masyarakat yang terdampak kabut asap akibat karhutla di Kota Palangka Raya.

Bantuan diserahkan langsung Branch Office Head BRI Palangka Raya, Defri Gunawan kepada Wakil Rektor UPR Bidang Kerja Sama, Hubungan Masyarakat, dan Sistem Informasi, Dr. Jhon Retei Alfri Sandi, S.Sos., M.Si.

Dalam aksi tanggap bencana tersebut, BRI menyalurkan sebanyak 7.500 pcs masker KN95 dan 1.000 pack vitamin.

Bantuan itu diharapkan dapat mendukung perlindungan kesehatan bagi mereka yang tetap menjalankan aktivitas di tengah kondisi kabut asap.

Baca Juga  UPR Alihkan Perkuliahan Daring Akibat Kabut Asap Karhutla

Defri mengatakan, penyaluran bantuan tersebut merupakan bagian dari komitmen dan tanggung jawab sosial lingkungan BRI untuk memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.

“Kalau memang dari BRI ini merupakan bentuk tanggung jawab sosial lingkungan ya, Pa, ya. Jadi ini bagian dari tanggung jawab institusi, bagaimana bisa memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar,” ujar Defri belum lama ini.

Sementara itu, Dr. Jhon Retei Alfri Sandi, S.Sos., M.Si menyampaikan apresiasi atas kepedulian BRI yang memberikan dukungan kesehatan di tengah kondisi kabut asap yang melanda Kota Palangka Raya.

Menurut Jhon, dukungan berupa masker dan vitamin sangat penting sebagai perlindungan fisik bagi masyarakat maupun sivitas akademika yang masih menjalankan aktivitas di tengah kondisi udara yang terdampak kabut asap.

Baca Juga  UPR Alihkan Perkuliahan Daring Akibat Kabut Asap Karhutla

Ia menjelaskan, UPR telah memasuki pekan ketiga perkuliahan tahun ajaran 2026. Meski sejumlah kegiatan proses belajar mengajar telah dilakukan secara daring, aktivitas di lingkungan universitas tetap berjalan.

“Karena memang, Universitas Palangka Raya walaupun sudah beberapa kegiatan proses belajar mengajar itu dilakukan secara daring, tapi juga kegiatan-kegiatan tetap (berjalan) ya, proses baik tendik (tenaga kependidikan) maupun juga dosen tetap melakukan tugas dan fungsi,” ungkap Jhon.

Jhon menilai bantuan yang diberikan BRI memiliki arti penting di tengah kondisi karhutla yang intensitasnya masih tinggi.

Bantuan tersebut nantinya akan didistribusikan kepada pihak-pihak yang membutuhkan, termasuk masyarakat terdampak di Kota Palangka Raya.

Baca Juga  UPR Alihkan Perkuliahan Daring Akibat Kabut Asap Karhutla

Ia menegaskan, setiap bentuk dukungan sangat berarti dalam situasi krisis yang tengah dihadapi masyarakat. Karena itu, bantuan kesehatan yang disalurkan BRI akan dimanfaatkan dan didistribusikan sesuai kebutuhan.

“Saya kira tidak ada bantuan yang sia-sia, ya. Jadi kita tetap distribusikan ke siapapun nanti, masyarakat Palangka Raya khususnya ya, karena memang intensitas kebakarannya cukup tinggi dan cukup mengkhawatirkan juga,” tutup Jhon.(sct)

+ posts