Tanam Pohon Massal, Komitmen UPR Wujudkan Lingkungan Kampus Hijau

AKADEMIKA, FORESTRY278 Dilihat

PALANGKARAYA – Civitas akademika Universitas Palangka Raya (UPR) menunjukkan semangat kebersamaan melalui kegiatan penanaman pohon secara massal sebagai rangkaian perayaan Dies Natalis UPR ke-62.

Kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk nyata komitmen perguruan tinggi dalam mendukung pelestarian lingkungan dan pembangunan berkelanjutan di Kalimantan Tengah.

Penanaman pohon dilaksanakan di sejumlah titik di lingkungan kampus, salah satunya di sekitar Gedung Pusat Pengembangan IPTEK dan Inovasi Gambut (PPIIG) Universitas Palangka Raya.

Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan peringatan Hari Pohon Sedunia, sehingga memiliki makna strategis dalam menumbuhkan kesadaran ekologis di kalangan sivitas akademika.

Kegiatan penanaman pohon tersebut dibuka secara langsung oleh Rektor UPR, Prof.Dr.Ir. Salampak M.S yang dalam hal ini diwakili Direktur Pusat Pengembangan IPTEK dan Inovasi Gambut (PPIIG) Universitas Palangka Raya Hendrik Segah, Ph.D.

“Menanam pohon adalah investasi masa depan. Pohon akan memberikan naungan, udara bersih, serta menjadi warisan berharga bagi generasi mendatang. Dari satu pohon kecil, lahir harapan dan kontribusi nyata untuk bumi yang lebih hijau dan sehat,” ujar Hendrik, Kamis (27/11/2025).

Ia menegaskan bahwa aksi tanam pohon bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bagian dari tanggung jawab moral dan akademik UPR terhadap lingkungan hidup.

Dirinya menjelaskan bahwa momentum Dies Natalis UPR ke-62 menjadi saat yang tepat untuk merefleksikan peran kampus tidak hanya sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai agen perubahan dalam menjaga keseimbangan ekosistem, khususnya di wilayah Kalimantan Tengah yang kaya sumber daya alam.

“Universitas memiliki peran strategis dalam membentuk karakter dan kesadaran lingkungan,”

“Melalui kegiatan seperti ini, kita mengajarkan nilai keteguhan, kesabaran, dan pemahaman tentang siklus hidup, sebagaimana pohon tumbuh dan memberi manfaat dalam jangka panjang,” katanya menambahkan.

Keterlibatan aktif dosen, mahasiswa, tenaga kependidikan, serta seluruh elemen kampus mencerminkan kuatnya semangat kebersamaan dalam membangun budaya kampus yang peduli lingkungan. Menurutnya, kesadaran kolektif menjadi kunci utama dalam menjaga kelestarian alam.

“Setiap pohon yang ditanam hari ini adalah simbol komitmen bersama. Kampus tidak boleh terpisah dari isu lingkungan, karena keberlanjutan alam sangat berkaitan dengan masa depan pendidikan dan kehidupan masyarakat,” ujarnya.

Lokasi penanaman di sekitar Gedung PPIIG dipilih karena memiliki nilai strategis sebagai pusat pengembangan riset dan inovasi gambut.

Area tersebut diharapkan dapat menjadi contoh integrasi antara kegiatan akademik, riset, dan praktik pelestarian lingkungan secara langsung di lapangan.

Selain sebagai bentuk kepedulian ekologis, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi bagi mahasiswa untuk memahami pentingnya menjaga lingkungan sejak dini.

Penanaman pohon dipandang sebagai pembelajaran kontekstual yang menghubungkan teori dengan praktik nyata.

“Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya belajar di ruang kelas, tetapi juga belajar dari alam. Kesadaran lingkungan harus ditanamkan melalui tindakan nyata, bukan hanya wacana,” tutur Hendrik.

Salah satu Dosen UPR ini kembali menegaskan bahwa Universitas Palangka Raya akan terus mendorong program-program berkelanjutan yang mendukung pelestarian lingkungan, baik melalui kegiatan akademik, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, maupun aksi nyata seperti penanaman pohon.

“UPR berkomitmen menjadi kampus yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Ini bukan pekerjaan satu hari, tetapi proses panjang yang membutuhkan konsistensi dan partisipasi semua pihak,” ucapnya.

Pihaknya berharap kegiatan penanaman pohon massal ini  mampu menumbuhkan rasa tanggung jawab bersama terhadap lingkungan, sekaligus memperkuat identitas Universitas Palangka Raya sebagai institusi pendidikan yang peduli terhadap masa depan bumi dan generasi penerus.

“Dengan menanam hari ini, kita sedang menyiapkan kehidupan esok hari. Inilah wujud nyata kontribusi UPR bagi Kalimantan Tengah dan Indonesia,” tandas Hendrik.(sct)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *