BUNTOK – Rangkaian Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Barito Selatan Tahun 2027 resmi ditutup melalui pelaksanaan Musrenbang tingkat Kecamatan Dusun Utara yang digelar di Aula Kantor Kecamatan Dusun Utara, Selasa (10/2/2026).
Kegiatan tersebut dirangkai dengan Gerakan Pangan Murah serta peresmian Puskesmas Pendang yang diharapkan mampu meningkatkan akses dan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat di wilayah Kecamatan Dusun Utara dan sekitarnya.
Camat Dusun Utara Hadrianus Dempo menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Barito Selatan atas pembangunan Puskesmas Pendang serta berbagai program pembangunan yang telah dilaksanakan di wilayahnya.
Ia juga menyampaikan bahwa perhatian pemerintah daerah terhadap wilayah Dusun Utara terlihat sejak awal masa kepemimpinan kepala daerah yang langsung meninjau kawasan Pendang beberapa hari setelah dilantik.
“Kami sangat bersyukur atas pembangunan Puskesmas Pendang dan berbagai program pembangunan lainnya. Wilayah Dusun Utara juga termasuk daerah yang kondusif sehingga pembangunan dapat berjalan dengan baik,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Barito Selatan Eddy Raya Samsuri dalam sambutannya yang dibacakan Wakil Bupati Khristianto Yudha menegaskan bahwa Musrenbang Kecamatan Dusun Utara merupakan tahapan penting dalam proses perencanaan pembangunan daerah.
Menurutnya, forum tersebut menjadi wadah strategis untuk menyerap aspirasi masyarakat dari desa dan kelurahan sehingga arah serta prioritas pembangunan benar-benar berbasis kebutuhan riil masyarakat.
“Tahun 2027 merupakan tahun kedua pelaksanaan RPJMD Kabupaten Barito Selatan 2025–2029 dengan tema pembangunan pondasi hilirisasi berbasis sumber daya lokal untuk ketahanan pangan dan energi yang berkelanjutan,” ujar Khristianto.
Pemerintah daerah, lanjutnya, berkomitmen mendorong pertumbuhan ekonomi melalui penguatan hilirisasi sumber daya lokal, pemberdayaan masyarakat, penciptaan lapangan kerja, penurunan pengangguran, serta pengentasan kemiskinan secara berkelanjutan.
Sejalan dengan arah pembangunan nasional, pemerintah pusat juga mendorong pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis bagi anak-anak usia sekolah untuk meningkatkan kualitas gizi dan kesehatan generasi muda.
Selain itu, pemerintah juga mengembangkan Program Sekolah Rakyat sebagai upaya memperluas akses pendidikan yang inklusif, khususnya bagi masyarakat kurang mampu dan wilayah dengan keterbatasan layanan pendidikan.
Adapun target pembangunan Kabupaten Barito Selatan pada tahun 2027 antara lain pertumbuhan ekonomi sebesar 6,45 persen, penurunan angka kemiskinan menjadi 3,77 persen, penurunan tingkat pengangguran terbuka menjadi 3,09 persen, penurunan indeks gini menjadi 0,256, serta peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) menjadi 76,44.
Untuk mencapai target tersebut, diperlukan sinergi dan sinkronisasi program antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten mulai dari tahap perencanaan hingga pengendalian pembangunan.
Pemerintah daerah juga menyadari bahwa kebutuhan pembangunan, terutama di sektor infrastruktur, pendidikan, kesehatan, serta penanganan masalah sosial masih dihadapkan pada keterbatasan kapasitas anggaran daerah akibat menurunnya Dana Bagi Hasil serta Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD).
Namun demikian, Pemerintah Kabupaten Barito Selatan terus berupaya mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekaligus menjajaki sumber pendanaan alternatif yang sah, salah satunya melalui skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) dalam penyediaan infrastruktur.
“Dalam kondisi tersebut, kebijakan penganggaran tetap berpedoman pada prinsip money follows program, yaitu memprioritaskan program yang benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa Musrenbang kecamatan merupakan forum strategis dalam menetapkan prioritas pembangunan yang terukur, realistis, dan berdampak langsung bagi masyarakat.
Kegiatan tersebut turut dihadiri unsur Forkopimda Kabupaten Barito Selatan, Wakil Ketua DPRD Barito Selatan beserta anggota, perwakilan Kapolres Barito Selatan, perwakilan Dandim 1012/Btk, Kajari Barito Selatan, pimpinan perangkat daerah, camat dan kepala desa se-Kecamatan Dusun Utara, serta tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda, dan pimpinan organisasi masyarakat.(adv)


















