PALANGKARAYA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kalimantan Tengah mencatat perkembangan positif sektor Pasar Modal hingga November 2025. Hal ini tercermin dari peningkatan jumlah investor saham yang tumbuh signifikan.
Jumlah Single Investor Identification (SID) investor saham tercatat meningkat sebanyak 41.345 investor atau tumbuh 37,71 persen secara year-on-year (yoy), dari 109.642 investor menjadi 150.987 investor.
Kepala OJK Provinsi Kalimantan Tengah, Primandanu Febriyan Aziz menyampaikan bahwa peningkatan jumlah investor tersebut sejalan dengan naiknya aktivitas transaksi di Pasar Modal daerah.
“Nilai transaksi saham pada November 2025 tercatat meningkat Rp897,57 miliar atau 218,19 persen yoy, dari sebelumnya Rp411,36 miliar menjadi Rp1,31 triliun,” ujarnya.
Pertumbuhan juga terjadi pada produk reksa dana. Jumlah nasabah Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD), baik perorangan maupun perusahaan, terus menunjukkan tren peningkatan positif setiap tahunnya.
Kondisi tersebut tercermin dari nilai penjualan produk reksa dana yang melonjak Rp78,76 miliar atau 590,08 persen yoy, dari Rp13,35 miliar menjadi Rp92,10 miliar.
Primandanu menjelaskan bahwa peningkatan jumlah investor dan nilai transaksi ini menunjukkan semakin kuatnya kepercayaan masyarakat terhadap instrumen Pasar Modal.
“Perkembangan ini mengindikasikan adanya pemulihan ekonomi dan stabilitas pasar yang semakin baik, sehingga mendorong meningkatnya partisipasi masyarakat dalam investasi, khususnya produk reksa dana,” jelasnya menambahkan.
Ke depan, OJK Provinsi Kalimantan Tengah akan terus mendorong penguatan literasi dan inklusi Pasar Modal agar pertumbuhan investor dapat berlangsung berkelanjutan serta memberikan kontribusi nyata terhadap perekonomian daerah. (sct)


















