BUNTOK – Pemerintah Kabupaten Barito Selatan melalui Dinas Sosial menyiapkan sejumlah program strategis tahun 2026 yang difokuskan untuk membantu masyarakat kurang mampu serta meningkatkan kesejahteraan sosial secara berkelanjutan.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Barito Selatan, Syahdani menyampaikan bahwa berbagai program tersebut disusun selaras dengan visi dan misi kepala daerah dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat, khususnya bagi kelompok ekonomi lemah.
“Program ini diharapkan mampu membawa perubahan dan perbaikan bagi kehidupan masyarakat Barito Selatan, khususnya masyarakat miskin,” ujarnya belum lama ini.
Menurutnya, pemerintah daerah berkomitmen menghadirkan program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat sebagai upaya nyata dalam mengurangi beban sosial dan meningkatkan taraf hidup warga.
Ia menjelaskan, salah satu program utama yang dijalankan adalah bantuan individu yang mencakup empat jenis bantuan, yakni bantuan kematian, bantuan pernikahan, bantuan melahirkan, serta bantuan penyusunan tugas akhir atau skripsi bagi mahasiswa kurang mampu.
Program ini dirancang untuk memberikan dukungan langsung kepada masyarakat dalam menghadapi berbagai kebutuhan dasar maupun kondisi sosial tertentu yang memerlukan perhatian pemerintah.
Selain itu, Dinas Sosial juga menjalankan program penanganan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) melalui layanan perawatan serta fasilitasi pengobatan ke rumah sakit jiwa maupun panti rehabilitasi.
Hingga Maret 2026, tercatat sekitar 16 ODGJ telah mendapatkan penanganan, dan sebagian besar di antaranya menunjukkan kondisi yang membaik setelah menjalani proses rehabilitasi.
Syahdani menambahkan, pemerintah daerah juga akan menyalurkan bantuan sosial berupa paket sembako yang direncanakan pada pertengahan tahun 2026, meskipun jumlahnya masih terbatas akibat keterbatasan anggaran.
Namun demikian, ia menegaskan bahwa kehadiran bantuan tersebut tetap menjadi bentuk kepedulian pemerintah dalam membantu meringankan beban masyarakat yang membutuhkan.
Di sisi lain, Dinas Sosial turut bekerja sama dengan sentra rehabilitasi di Banjarbaru dalam menangani anak-anak yang mengalami permasalahan sosial, seperti kekerasan maupun konflik keluarga.
Melalui program tersebut, anak-anak akan mendapatkan pembinaan, pendidikan, serta pendampingan agar dapat kembali berfungsi secara sosial di tengah masyarakat.
Pemerintah daerah juga menyediakan bantuan alat bantu bagi masyarakat, seperti kursi roda dan tongkat, yang dapat diakses dengan mengajukan permohonan melalui RT/RW setempat serta melampirkan surat keterangan tidak mampu.
Tak hanya itu, Dinas Sosial mengimbau masyarakat untuk memastikan kepesertaan BPJS Kesehatan tetap aktif agar dapat memperoleh layanan kesehatan secara optimal.
“Dengan BPJS aktif, masyarakat bisa mendapatkan layanan kesehatan secara gratis. Saat ini, sekitar 97 persen masyarakat Barito Selatan sudah tercover,” tambahnya.
Ia menegaskan bahwa berbagai program tersebut akan terus dioptimalkan agar tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, sekaligus mendukung peningkatan kesejahteraan sosial di Kabupaten Barito Selatan.(Adv)


















