Libatkan Masyarakat, Pemkab Barsel Perkuat Program Kampung Iklim 

BARITO SELATAN72 Dilihat

BUNTOK – Sebagai upaya memperkuat pemahaman masyarakat terhadap dampak perubahan iklim sekaligus mendorong partisipasi aktif dalam aksi mitigasi dan adaptasi di tingkat lokal.

Pemerintah Kabupaten Barito Selatan melalui Dinas Lingkungan Hidup bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kalimantan Tengah serta Yayasan Penabulu menggelar sosialisasi Program Kampung Iklim (Proklim) di Ruang Pertemuan Dapoer Najwa, Kamis (09/04/2026).

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Barsel, Yoga Prasetianto Utomo menyampaikan bahwa Program Kampung Iklim merupakan inisiatif nasional yang telah diimplementasikan di sejumlah wilayah, termasuk di Barito Selatan.

“Mari kita bersama-sama beradaptasi untuk bisa menghadapi perubahan iklim ini dengan melakukan gerakan dan program yang dilaksanakan walaupun hanya lewat langkah kecil saja. Contohnya seperti memilah sampah, kemudian juga menanam pohon yang ada di sekitar tempat tinggal dan juga menjaga lingkungan,” kata Yoga.

Ia mengungkapkan, saat ini terdapat 29 desa di Barito Selatan yang telah menjalankan Program Kampung Iklim sebagai bagian dari gerakan bersama dalam menghadapi perubahan iklim.

Menurutnya, perubahan iklim telah memberikan dampak signifikan terhadap berbagai aspek kehidupan, mulai dari meningkatnya potensi bencana hidrologi, banjir, hingga perubahan kondisi lingkungan yang memengaruhi aktivitas masyarakat.

Dirinya menekankan bahwa melalui Program Kampung Iklim, masyarakat tidak hanya diberikan edukasi, tetapi juga dibekali kemampuan mitigasi agar lebih tangguh dalam menghadapi berbagai risiko lingkungan.

Program ini juga diharapkan mampu mendorong munculnya inovasi berbasis masyarakat dalam menjaga keseimbangan lingkungan sekaligus meningkatkan ketahanan terhadap perubahan iklim.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Barito Selatan, Bilivson menyampaikan bahwa salah satu desa di wilayahnya telah meraih prestasi tingkat nasional dalam implementasi Proklim.

“Kita akan terus tingkatkan proklim ini dan kita bersama dengan pemerintah daerah berkolaborasi dengan semua pihak, baik itu perusahaan, dan juga semua komponen masyarakat, agar iklim ini dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya, sehingga nantinya juga akan menghasilkan perubahan,” ujar Bilivson.

Ia menjelaskan, Desa Pararapak telah meraih predikat Proklim Lestari, yang merupakan penghargaan tertinggi dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia karena dinilai konsisten dalam menjalankan aksi mitigasi dan adaptasi perubahan iklim.

Selain itu, desa tersebut juga telah berperan dalam membina sedikitnya 10 wilayah lain di sekitarnya, serta menjadi satu-satunya desa di Kalimantan Tengah yang meraih kategori tersebut.

Bilivson menambahkan, selain kategori Proklim Lestari, sejumlah desa lain di Barito Selatan juga telah masuk dalam kategori Proklim Madya dan Proklim Pratama, yang menunjukkan adanya perkembangan positif dalam pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat.

Dirinya juga mengingatkan bahwa saat ini dunia tengah menghadapi tiga krisis utama, yakni perubahan iklim, polusi, dan hilangnya keanekaragaman hayati yang harus ditangani secara bersama-sama.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah pusat, daerah, hingga masyarakat desa menjadi kunci dalam mengatasi berbagai tantangan tersebut secara berkelanjutan.

“Kita berharap melalui kegiatan sosialisasi ini dapat menyamakan gerak langkah dan memperkuat kolaborasi semua pihak, sehingga masyarakat desa benar-benar merasakan manfaat dari Program Kampung Iklim yang dijalankan,” tandas Bilivson. (Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *