PALANGKARAYA – Warga Jalan Veteran RT 07/RW 10, Kelurahan Panarung, Kecamatan Pahandut, Kota Palangka Raya, mengeluhkan kondisi drainase yang menyempit dan tertimbun sehingga menyebabkan aliran air tidak lancar hingga memicu genangan dan banjir saat musim hujan.
Persoalan tersebut disampaikan warga dalam kegiatan Reses Perseorangan Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Tengah, Faridawaty Darlan Atjeh, di lingkungan warga dan tokoh masyarakat Jalan Veteran RT 07/RW 10, Selasa (25/08/2026).
Kondisi drainase menjadi salah satu aspirasi utama karena dampaknya dirasakan warga, termasuk terhadap fasilitas ibadah dan kegiatan pendidikan keagamaan.
Ketua RT 07/RW 10, Nanang mengatakan bagian belakang lingkungan kerap mengalami luapan drainase ketika hujan turun.
Air yang meluap kemudian menyebabkan kawasan tersebut tergenang hingga terjadi banjir. Menurutnya, kondisi tersebut perlu mendapatkan perhatian karena drainase yang tersedia sebenarnya memiliki ukuran cukup besar.
“Pada musim hujan, bagian belakang lingkungan sering mengalami luapan drainase sehingga tergenang dan banjir. Drainase aslinya sebenarnya besar, tetapi terjadi penyempitan dan tertimbun sehingga alirannya belum tembus ke sungai besar”
“Kami berharap persoalan ini dapat segera mendapat perhatian agar genangan tidak terus berulang ketika hujan,” kata Nanang.
Menurut Nanang, persoalan genangan juga berdampak pada fasilitas ibadah di lingkungan warga. Terdapat masjid yang hingga kini belum ditinggikan sehingga kondisinya perlu menjadi perhatian ketika kawasan sekitar mengalami banjir.
“Ada masjid yang belum ditinggikan. Ketika lingkungan mengalami genangan dan banjir, kondisi tersebut tentu menjadi perhatian karena fasilitas ibadah juga berada di kawasan yang terdampak. Karena itu, penanganan drainase dan aliran pembuangan menjadi kebutuhan penting bagi warga,” ujarnya menambahkan.
Aspirasi serupa disampaikan Ali Margona, warga Veteran 2 sekaligus imam Masjid Jalan Veteran yang mengatakan bahwa tempat pendidikan Al-Qur’an (TPA) yang berada di musala sering mengalami banjir.
Kondisi tersebut membuat kegiatan pendidikan keagamaan anak-anak ikut terdampak ketika genangan terjadi.
“TPA di musala sering banjir. Kondisi ini mengganggu kegiatan anak-anak yang mengikuti pendidikan Al-Qur’an. Kami berharap persoalan genangan dapat ditangani sehingga kegiatan di musala dan TPA dapat berlangsung dengan lebih nyaman,” kata Ali Margona.
Menurut warga, persoalan drainase bukan hanya berkaitan dengan genangan di jalan atau lingkungan permukiman, tetapi juga berpengaruh terhadap aktivitas masyarakat.
Ketika air meluap dan kawasan tergenang, fasilitas yang digunakan warga sehari-hari ikut berpotensi terdampak, termasuk tempat ibadah dan TPA.
Nanang juga menyampaikan bahwa lingkungan Jalan Veteran RT 07/RW 10 memiliki sekitar 200 kepala keluarga (KK), termasuk warga yang belum melaporkan keberadaannya.
Dengan jumlah warga tersebut, kebutuhan terhadap lingkungan yang memiliki sistem drainase yang berfungsi baik dinilai semakin penting, terutama saat memasuki musim hujan.
“Jumlah warga di lingkungan kami sekitar 200 KK, termasuk yang belum lapor. Dengan kondisi tersebut, kami berharap saluran drainase dapat kembali berfungsi sebagaimana mestinya. Jangan sampai air yang seharusnya mengalir justru tertahan karena saluran menyempit dan tertimbun,” ujarnya.
Selain persoalan drainase, Nanang menyampaikan masih terdapat sekitar setengah bagian Jalan Perjuangan Induk yang belum mendapatkan pengaspalan.
Namun, kebutuhan perbaikan drainase menjadi perhatian khusus karena berkaitan langsung dengan genangan dan banjir yang terjadi saat musim hujan.
“Penanganan banjir harus dimulai dari memastikan saluran air kembali memiliki aliran yang baik. Kalau drainase yang sebenarnya besar justru menyempit, tertimbun, dan belum tembus ke sungai besar, genangan akan terus menjadi persoalan setiap kali hujan,”
“Kami berharap kebutuhan ini dapat menjadi perhatian agar warga tidak terus menghadapi banjir dan fasilitas masyarakat tetap bisa digunakan dengan baik,” tandas Nanang.
Persoalan yang disampaikan oleh warga panarung tersebut menjadi bagian dari aspirasi yang disampaikan warga kepada Faridawaty dalam kegiatan reses.
Warga berharap penyampaian aspirasi melalui pertemuan tersebut dapat menjadi bahan perhatian dalam menentukan kebutuhan pembangunan yang harus ditangani secara bertahap sesuai mekanisme dan kemampuan anggaran daerah.
Dalam kegiatan reses itu, warga juga menyampaikan sejumlah kebutuhan lainnya, mulai dari fasilitas sosial, lapangan olahraga, Posyandu, hingga kegiatan usaha ibu-ibu. Namun, persoalan drainase dan banjir menjadi salah satu kebutuhan yang memiliki dampak langsung terhadap aktivitas warga ketika musim hujan berlangsung.
Warga berharap penanganan drainase tidak hanya dilakukan pada bagian yang terlihat tergenang, tetapi juga memperhatikan aliran secara keseluruhan agar air dapat kembali mengalir menuju sungai besar.
Penyempitan dan timbunan pada saluran dinilai menjadi persoalan yang perlu diperhatikan agar fungsi drainase dapat berjalan sebagaimana mestinya.(sct)











