PALANGKARAYA – Wakil Ketua Komisi III DPRD Kalimantan Tengah, Tomy Irawan menekankan pentingnya pemerataan akses layanan kesehatan bagi seluruh masyarakat, terutama di wilayah pedesaan, terpencil, dan perbatasan.
“Selama ini kami menerima banyak aspirasi dari masyarakat daerah pelosok yang masih kesulitan mendapatkan layanan kesehatan. Ini harus menjadi perhatian serius pemerintah daerah,” ujarnya.
Menurut Tomy, hingga saat ini masih terdapat ketimpangan fasilitas kesehatan dan ketersediaan tenaga medis antara wilayah perkotaan dan daerah pelosok, sehingga berdampak pada kualitas pelayanan yang diterima masyarakat.
Ia menilai, kondisi tersebut menjadi tantangan besar dalam mewujudkan pelayanan kesehatan yang merata dan berkualitas di seluruh wilayah Kalimantan Tengah.
Tomy menegaskan bahwa sektor kesehatan merupakan hak dasar masyarakat yang harus dipenuhi secara adil tanpa memandang lokasi tempat tinggal.
“Kesehatan merupakan hak dasar setiap warga negara. Tidak boleh ada lagi warga yang merasa ditinggalkan hanya karena tinggal di wilayah terpencil,” tegasnya.
Untuk itu, Komisi III DPRD Kalteng mendorong pemerintah provinsi agar lebih fokus dalam meningkatkan infrastruktur kesehatan di berbagai daerah.
Langkah tersebut meliputi pembangunan dan renovasi fasilitas kesehatan seperti puskesmas, serta pemenuhan tenaga medis yang memadai di setiap kabupaten dan kota.
Menurutnya, ketersediaan fasilitas dan tenaga kesehatan yang merata akan sangat berpengaruh terhadap peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Selain itu, Tomy juga menyoroti pentingnya pengelolaan anggaran sektor kesehatan agar tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Dirinya menyampaikan komitmen DPRD Kalteng, khususnya Komisi III, untuk terus mengawal kebijakan dan alokasi anggaran di bidang kesehatan.
Tomy berharap adanya sinergi yang kuat antara legislatif dan eksekutif dalam merumuskan kebijakan yang berpihak kepada kepentingan masyarakat luas.
“Kami akan terus mendorong agar anggaran kesehatan ditingkatkan dan digunakan seefisien mungkin untuk menjawab kebutuhan masyarakat secara nyata,” tandas Tomy.(*)


















