DPRD Kalteng ini Minta Perhatian Pembangunan Menyeluruh di Kobar

PALANGKARAYA – Anggota DPRD Kalimantan Tengah, Maryani Sabran meminta pemerintah daerah, khususnya Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, untuk memberikan perhatian lebih terhadap pembangunan di wilayah Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar).

“Misalnya di Desa Lada Mandala Jaya, Kecamatan Pangkalan Lada, masyarakat di sana mengharapkan bantuan untuk pembangunan destinasi wisata desa dengan berbagai fasilitasnya, seperti penataan lingkungan beserta infrastruktur jalan, gazebo, kolam renang, dan lain sebagainya,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pengembangan destinasi wisata desa dinilai penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lokal sekaligus membuka peluang usaha bagi masyarakat setempat.

Selain sektor pariwisata, Maryani juga menyoroti kebutuhan pembangunan fasilitas pendidikan, khususnya Sekolah Menengah Atas (SMA) di beberapa wilayah di Kobar.

Dirina mengungkapkan, aspirasi pembangunan SMA di Desa Kadipi Atas, Kecamatan Pangkalan Lada telah disampaikan oleh pihak kecamatan, bahkan lahan untuk pembangunan sekolah tersebut sudah tersedia.

Namun demikian, pembangunan fasilitas pendidikan tersebut masih memerlukan tindak lanjut berupa peninjauan dan kajian dari pemerintah serta instansi terkait.

Selain itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Kobar juga mengusulkan pembangunan SMA baru di wilayah Pasir Panjang, mengingat kapasitas SMA 3 Pangkalan Bun yang ada saat ini dinilai sudah tidak mampu lagi menampung jumlah siswa.

Maryani menilai, kebutuhan fasilitas pendidikan tersebut harus segera direspons agar akses pendidikan bagi masyarakat dapat terpenuhi secara merata dan optimal.

Di sisi lain, ia juga menyoroti potensi kawasan pesisir di Kobar yang masuk dalam kawasan konservasi pesisir dan pulau-pulau kecil, seperti perairan Sabuai di Kecamatan Arut Selatan dan Kecamatan Kumai.

Menurutnya, potensi tersebut perlu didukung dengan program penanaman mangrove sebagai upaya menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mencegah abrasi pantai.

“Penanaman mangrove ini penting yakni bertujuan untuk menahan gelombang air laut sehingga nantinya itu juga akan dapat meminimalisir terjadinya abrasi di wilayah pesisir pantai,” tegasnya.

Selain itu, Maryani juga menyampaikan aspirasi terkait sektor pertanian, khususnya di Desa Kumpai Batu Bawah yang membutuhkan pembangunan kanal menuju laut untuk mengantisipasi banjir.

Pembangunan infrastruktur tersebut sangat penting untuk melindungi lahan pertanian masyarakat dari dampak banjir yang kerap terjadi.

“Pembangunan kanal ini diperlukan untuk mengantisipasi dampak banjir yang kerap kali mengganggu lahan pertanian masyarakat,” tandas Maryani.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *