Batik Channa Barito Diluncurkan, Angkat Identitas Budaya Lokal

BARITO SELATAN49 Dilihat

BUNTOK – Sebagai upaya mengangkat potensi budaya lokal sekaligus mendorong pengembangan ekonomi kreatif daerah. Pemerintah Kabupaten Barito Selatan resmi meluncurkan Batik Channa Barito melalui kegiatan soft launching yang digelar di Aula Setda Barsel, Senin (16/03/2026).

Kegiatan dihadiri Bupati Barito Selatan H. Eddy Raya Samsuri, Wakil Bupati Khristianto Yudha, Penjabat Sekretaris Daerah Ita Minarni, jajaran perangkat daerah, pimpinan perbankan, serta tamu undangan lainnya.

Ketua Dekranasda Kabupaten Barito Selatan, Hj. Permana Sari Eddy Raya Samsuri mengatakan Batik Channa Barito yang diperkenalkan membawa narasi kuat tentang kekayaan alam dan budaya daerah yang menjadi identitas masyarakat Barsel.

“Melalui motif tersebut, kita ingin menggambarkan bahwa alam, budaya, dan kehidupan masyarakat Barito Selatan saling terhubung dan menjadi identitas yang patut kita banggakan, mari menggunakan produk lokal sendiri. Karena dengan menggunakan batik daerah, tidak hanya menjaga budaya, tetapi juga memberikan dukungan nyata kepada para pengrajin serta para pelaku ekonomi kreatif di daerah ini,” ujarnya.

Ia menjelaskan motif batik tersebut terinspirasi dari ikan Channa yang hidup di Sungai Barito, yang dalam bahasa Dayak dikenal sebagai ikan peang atau gabus merah yang kini tergolong langka dan dilindungi, dipadukan dengan keindahan anggrek hitam serta aliran Sungai Barito sebagai simbol kehidupan masyarakat.

Permana Sari menambahkan Batik Channa Barito diluncurkan dalam lima varian warna, dengan rencana pengembangan warna lainnya setelah Hari Raya Idulfitri.

Dekranasda juga berkomitmen untuk terus melakukan pembinaan dan pendampingan kepada para pengrajin agar produk yang dihasilkan memiliki kualitas baik dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

Menurutnya, penguatan kapasitas pengrajin menjadi bagian penting dalam memastikan keberlanjutan industri kerajinan daerah, sehingga mampu memberikan nilai tambah ekonomi sekaligus menjaga kelestarian budaya lokal.

Sementara itu, Bupati Barito Selatan, Eddy Raya Samsuri menyampaikan apresiasi kepada Dekranasda yang terus mendorong lahirnya karya kreatif berbasis potensi lokal. Ia menilai peluncuran Batik Channa Barito menjadi langkah nyata dalam memperkuat identitas budaya daerah.

“Ketika budaya kita olah menjadi karya seperti Batik Channa Barito, yang tumbuh bukan hanya kebanggaan daerah, tetapi juga peluang ekonomi bagi masyarakat dan kita harapkan dari pengembangan ekonomi kreatif di daerah, bahwa budaya tidak hanya dijaga, tetapi juga mampu memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Eddy berharap Batik Channa Barito tidak hanya menjadi simbol semata, tetapi benar-benar hidup dan digunakan dalam berbagai kegiatan, baik pemerintahan maupun masyarakat, serta diperkenalkan kepada tamu dari luar daerah.

Ia menegaskan, apabila batik tersebut digunakan secara luas, maka akan menjadi identitas khas yang mampu memperkenalkan Barito Selatan ke tingkat yang lebih luas, sekaligus memperkuat branding daerah berbasis budaya lokal.

Pemerintah Kabupaten Barito Selatan, lanjut Eddy, akan terus mendukung pengembangan UMKM dan ekonomi kreatif sebagai salah satu pilar pembangunan daerah, dengan mendorong kreativitas dan inovasi masyarakat.

Selain itu, dukungan dari sektor perbankan dan lembaga keuangan juga dinilai penting dalam memberikan akses permodalan, pendampingan usaha, serta kemudahan pembiayaan bagi para pelaku UMKM agar dapat berkembang dan memperluas pasar.

“Dengan sinergi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan sektor perbankan, saya yakin produk-produk kreatif dari Barito Selatan, termasuk Batik Channa Barito ini, dapat tumbuh dan memiliki daya saing yang lebih luas,” tandas Eddy.(Red/Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *