PALANGKARAYA – Anggota DPRD Kalimantan Tengah, Faridawaty Darland Atjeh menegaskan bahwa partisipasi aktif masyarakat, khususnya melalui swadaya, menjadi kekuatan utama dalam pembangunan fasilitas keagamaan.
“Semangat gotong royong masyarakat dalam membangun fasilitas keagamaan patut diapresiasi. Ini menunjukkan kepedulian dan kekompakan warga dalam memenuhi kebutuhan bersama,” ujarnya dalam kegiatan reses perseorangan masa persidangan II Tahun 2026 di Desa Fajar Harapan, Sabtu (11/04/2026).
Faridawaty Darland Atjeh mengungkapkan bahwa salah satu aspirasi utama warga adalah pembangunan Masjid Miftahul Jannah berukuran 15 x 10 meter yang hingga saat ini masih dikerjakan secara swadaya oleh masyarakat setempat.
Ketua DPW Partai Nasdem Kalteng ini juga menjelaskan, keterbatasan anggaran membuat masyarakat harus berinisiatif sendiri dalam pembangunan masjid, meskipun keberadaan fasilitas tersebut sangat penting sebagai pusat kegiatan ibadah dan sosial.
Selain pembangunan fisik, warga juga mengusulkan pengadaan sarana pendukung seperti TOA atau speaker wireless guna menunjang kelancaran aktivitas keagamaan di lingkungan tersebut.
Anggota Komisi III DPRD Kalteng ini menambahkan bahwa pembangunan fasilitas keagamaan tidak hanya berdampak pada peningkatan kualitas ibadah, tetapi juga memperkuat hubungan sosial antarwarga.
“Masjid bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga menjadi pusat aktivitas sosial masyarakat. Karena itu, keberadaannya harus didukung dengan fasilitas yang memadai,” tambahnya.
Ia menegaskan bahwa aspirasi masyarakat terkait pembangunan masjid dan fasilitas pendukungnya akan menjadi perhatian untuk diperjuangkan melalui mekanisme pembangunan daerah.
“Peran aktif masyarakat melalui swadaya harus didukung oleh pemerintah agar pembangunan bisa berjalan lebih optimal dan memberikan manfaat yang lebih luas,” tandas Faridawaty.(sct)







