PALANGKARAYA – Ruas jalan Ujung Pandaran–Kuala Pembuang dinilai sebagai urat nadi penghubung Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dan Seruyan yang menopang mobilitas warga serta distribusi barang antarwilayah.
Anggota Komisi IV DPRD Kalimantan Tengah, Abdul Hafid menegaskan, kondisi jalan yang mantap dan layak dilalui menjadi kebutuhan mendesak demi menjaga kelancaran aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat.
“Jalan ini bisa dikatakan sebagai akses perekonomian masyarakat yang menghubungkan antara dua kabupaten, jadi kita sangat menginginkan jalan yang mulus dan pengerjaan proyek yang berkualitas,” ujarnya.
Ia menyampaikan, kawasan pesisir seperti Ujung Pandaran memiliki potensi ekonomi yang cukup besar dan sangat bergantung pada akses transportasi darat.
Karena itu, kualitas infrastruktur jalan harus menjadi perhatian utama agar pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut tidak terhambat.
Menurut Hafid, keberadaan jalan yang baik bukan hanya soal kenyamanan berkendara, tetapi juga menyangkut keberlangsungan usaha masyarakat, mulai dari sektor perdagangan, perikanan, hingga distribusi kebutuhan pokok. Jika akses terganggu, maka roda perekonomian masyarakat juga akan terdampak.
Ia menegaskan, masyarakat berhak memperoleh infrastruktur yang berkualitas dan berumur panjang.
Oleh sebab itu, peran dinas teknis dalam melakukan pengawasan terhadap setiap proyek pembangunan maupun perbaikan jalan sangat menentukan hasil akhir pekerjaan.
Hafid mengingatkan agar setiap proyek dikerjakan sesuai spesifikasi teknis dan standar mutu yang telah ditetapkan.
Pengawasan yang optimal diyakini dapat mencegah terjadinya kerusakan dini pada ruas jalan yang baru dibangun atau diperbaiki.
“Kita ingin Dinas PUPR bisa memastikan bahwa setiap proyek yang dikerjakan itu tahan lama, sebab apabila jalan baru saja dibangun namun tidak lama mengalami kerusakan itu sangat merugikan karena anggaran banyak dikeluarkan,” tandas Hafid.(Red/sct)


















