SE2026 Jadi Peta Ekonomi Hadapi Transformasi Global

PALANGKARAYA – Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Tengah menegaskan pentingnya pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) sebagai upaya memetakan kondisi perekonomian daerah secara akurat di tengah transformasi ekonomi global yang berlangsung cepat.

Kepala BPS Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti menyampaikan bahwa perubahan ekonomi dunia, termasuk di Indonesia, ditandai dengan percepatan digitalisasi, perubahan pola konsumsi, serta munculnya berbagai jenis usaha baru.

Kondisi tersebut menuntut ketersediaan data yang akurat dan mutakhir sebagai dasar dalam merumuskan kebijakan pembangunan yang tepat sasaran.

“Perlu kita sadari bahwa ekonomi dunia, termasuk Indonesia, sedang mengalami transformasi yang sangat cepat. Digitalisasi, perubahan pola konsumsi, hingga kemunculan jenis-jenis usaha baru menuntut kita memiliki peta ekonomi yang akurat dan mutakhir,” ujar Agnes dalam Apel Siaga SE2026 di Kantor BPS Kalteng, Kamis (09/4/2026).

Ia menambahkan, Kalimantan Tengah memiliki potensi ekonomi yang besar, mulai dari sektor sumber daya alam, pertumbuhan UMKM, hingga sektor jasa yang terus berkembang.

Namun demikian, potensi tersebut tidak akan dapat dikelola secara optimal tanpa didukung oleh data yang valid dan dapat dipercaya.

Agnes menegaskan bahwa SE2026 merupakan mandat strategis untuk memotret seluruh aktivitas perekonomian, termasuk di Kalimantan Tengah yang dikenal sebagai Bumi Tambun Bungai.

Melalui sensus ini, pemerintah akan memperoleh gambaran nyata mengenai struktur ekonomi daerah, termasuk sejauh mana pertumbuhan ekonomi bersifat inklusif dan bagaimana perkembangan sektor usaha kreatif.

“SE2026 adalah mandat besar. Data yang kita kumpulkan akan menjadi potret nyata struktur ekonomi kita. Apakah pertumbuhan ekonomi sudah inklusif? Bagaimana perkembangan usaha kreatif di Bumi Tambun Bungai? Semua jawabannya ada di tangan kita,” tegasnya.

Sebagai bagian dari pelaksanaan sensus, BPS akan melakukan pengukuhan serta penyerahan mandat kepada para petugas lapangan yang akan terlibat langsung dalam pengumpulan data.

Ia juga mengingatkan bahwa setiap petugas sensus memiliki peran penting sebagai representasi BPS dalam berinteraksi dengan pelaku usaha di lapangan.

Dirinya berharap para petugas mampu menjalankan tugas secara profesional, santun, serta menjaga kepercayaan masyarakat dalam proses pengumpulan data.

Agnes menambahkan, pelaksanaan SE2026 menjadi momentum untuk menggerakkan seluruh elemen dalam mencatat setiap aktivitas ekonomi masyarakat secara menyeluruh.

Agnes kembali berharap melalui pelaksanaan sensus ini akan terbangun basis data ekonomi yang kuat guna mendukung perencanaan pembangunan yang lebih terarah dan berkelanjutan di Kalimantan Tengah.

“Mari kita bergerak serentak. Saatnya kita mencatat setiap denyut ekonomi rakyat dalam SE2026. Selamat bertugas, pejuang data!” tandas Agnes.(sct)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *