Kolaborasi UPR, UNILA, IFCC dan IFP Dorong Penguatan Pengelolaan Hutan Berkelanjutan

PALANGKARAYA – Pusat Pengembangan Iptek dan Inovasi Gambut Universitas Palangka Raya (UPR) menggelar kuliah umum istimewa yang menghadirkan kolaborasi antara akademisi, industri kehutanan, dan organisasi sertifikasi hutan sebagai upaya memperkuat pengelolaan hutan berkelanjutan dan perhutanan sosial.

Direktur Pascasarjana UPR Prof. Dr. I Nyoman Sudyana, M.Sc dalam sambutan yang dibacakan Prof. Dr. Petrus Purwadi menegaskan pentingnya penguatan pemahaman generasi akademik mengenai tata kelola hutan yang ramah lingkungan dan berkeadilan.

“Perguruan tinggi memiliki peran strategis sebagai pusat riset dan ruang pembelajaran untuk mendorong praktik kehutanan yang berkelanjutan,” ujar Prof. Dr. I Nyoman Sudyana, M.Sc belum lama ini.

Dalam sesi pemaparan, yang dihadirkan peserta dari strata 1 hingga strata 3 tersebut, Prof. Dr. Ir. Christine Wulandari, M.P., IPU., dari UNILA yang juga Head of International Relation IFCC menekankan bahwa pengelolaan hutan modern harus menempatkan masyarakat sebagai aktor utama.

“Perhutanan sosial adalah pendekatan yang memastikan hak masyarakat adat dan komunitas lokal tetap terlindungi, sekaligus menghadirkan manfaat ekonomi yang berkelanjutan,” kata Prof. Dr. Ir. Christine Wulandari, M.P., IPU.

Pada kesempatan yang sama, Dr. Pitojo Budiono, M.Si., dari FISIP UNILA memaparkan tantangan implementasi perhutanan sosial di tingkat tapak.

“Kolaborasi multipihak memungkinkan kita melihat persoalan hutan tidak hanya dari sisi ekologis, tetapi juga sosial dan ekonomi,” jelas Dr. Pitojo Budiono, M.Si.

Ia menyebut perlunya sinergi kuat antara perusahaan, masyarakat, dan akademisi agar program kemitraan berjalan seimbang.

Perwakilan PT Industrial Forest Plantation (PT IFP) turut membagikan pengalaman aplikatif dalam menjalankan program kemitraan bersama masyarakat, termasuk strategi mengintegrasikan kebutuhan sosial dengan pelestarian ekosistem.

“Pendekatan tersebut dipandang penting untuk memperkuat keberlanjutan fungsi hutan, terutama di wilayah gambut,” jelas Perwakilan PT. IFP.

Direktur Pusat Pengembangan Iptek dan Inovasi Gambut UPR, Hendrik Segah, S.Hut., M.Si., Ph.D., IPU., yang memandu sesi diskusi, menegaskan bahwa keterlibatan akademisi melalui riset menjadi elemen vital dalam mendorong kebijakan berbasis bukti.

“UPR terus mendorong penelitian yang relevan untuk memastikan pengelolaan sumber daya alam dapat dijalankan secara inklusif dan adaptif,” ujar Hendrik Segah, S.Hut., M.Si., Ph.D., IPU.

Kuliah umum ini memperkuat jejaring akademisi, praktisi industri, organisasi sertifikasi, dan mahasiswa dalam mendorong tata kelola hutan yang bertanggung jawab.

Melalui forum ini, peserta didorong untuk berkontribusi dalam pengembangan inovasi pengelolaan hutan demi keberlanjutan ekosistem dan kesejahteraan masyarakat.(sct)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *